Pertamina Rugi Rp400 Jual Premium dan untuk Rp1.200 Solar

Pengisian BBM di SPBU (antara foto)
Pengisian BBM di SPBU (antara foto)

JAKARTA – PT Pertamina meraih pendapatan sebesar USD20,5 miliar pada semester I-2017 ini. Sementara untuk laba bersih, tercatat hanya sebesar USD1,4 miliar atau turun 24% dibandingkan semester I-2016.

Penurunan laba bersih tersebut karena dampak dari kenaikan harga minyak sebesar 30%.Di sisi lain, pemerintah menetapkan tidak akan ada kenaikan harga BBM hingga akhir tahun, sehingga membuat laba pertamina tergerus.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan, harga bensin jenis premium berdasarkan keekonomian berada di Rp6.850 per liter. Namun dengan keputusan pemerintah yang meminta agar tidak ada kenaikan bensin jenis premium, maka mau tidak mau dirinya harus menjual dengan harga R 6.450 per liter.

“Kalau Premium selisihnya dengan harga keekonomian sekitar Rp400 per liter,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/8).

Bahkan untuk jenis Solar, Pertamina harus menanggung kerugian lebih besar lagi yaitu sebesar Rp1.200 pe liter. Karena harga keekonomian Solar subsidi Rp6.350 per liter, sementara harga Solar subsidi Rp5.150 per liter sudah ditetapkan tak akan naik sampai akhir tahun.

“Kalau Solar selisihnya dengan harga sesuai formula yang ditetapkan pemerintah sekitar Rp1.200 per liter,” jelasnya dikutip dari okezone.

Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, PT Pertamina berusaha untuk mendorong masyarakt agar beralih kepada Bahan Bakar Khusus jenis gasoline (Pertamax dan Pertalite). Salah satu caraya adalah dengan membatasi premium di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar milik pertamina.

Dan usaha tersebut ternyata terbukti sukses. Pasalnya penjualan Premium pada semester I-2017 turun 43% dibanding semester I-2016.

Padahal Per Juni 2016, porsi penjualan BBK Perta Series jenis gasoline (Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamax Racing, dan Pertalite) baru 18,9% dan premium 81,1%. Namun per Juni 2017, porsi Premium tinggal 57,6% dan Perta Series menjadi 42,4%

“Komposisi gasoline, Premium semula 5,78 juta kl, tahun ini 3,28 juta kl, minus 43%. Sedangkan Pertalite dan Pertamax series naik dari 9,75 juta kl jadi 12,24 juta kl, naik 25%,” ujarnya. (aci)

agregasi okezone1