Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun Jadi 5,02% di Kuartal III

Ilustrasi.  (shutterstock/okezone)
Ilustrasi. (shutterstock/okezone)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III-2016 sebesar 5,02%. Posisi ini menurun dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2016 yang sebesar 5,18%. Walau begitu, pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dari posisi kuartal III tahun lalu yang sebesar 4,73%.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan ada beberapa peristiwa di kuartal II yang membuat pertumbuhan ekonomi menurun. Seperti penjualan mobil yang turun 5,09% jika dibandingkan kuartal III-2015 menjadi 251,340 unit.

“Kemudian produksi semen naik 5,22% menjadi 14,81 juta ton,” paparnya di Gedung BPS, Senin (7/11/2016).

Sebelumnya, Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengutarakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini diprediksi akan berada pada level 4,9% hingga 5%. Lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini yang mencapai 5,18%.

“Kalau menurut hitungan kami angkanya antara 4,9% sampai 5%,” kata Lana kepada Okezone.

Adapun pendorong dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tahun ini adalah pada sektor konsumsi masyarakat. Sebab, hingga saat ini sektor konsumsi masyarakat mulai meningkat seiring membaiknya harga bahan komoditas global.

“Pendorongnya masih sektor konsumsi. Terutama harga bahan komoditas telah mulai membaik, jadi pendorongnya adalah sektor konsumsi,” tuturnya. Berikut adalah angka pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2016: – Kuartal I-2016: 4,92% – Kuartal II-2016: 5,18% – Target pertumbuhan ekonomi dalam APBNP 2016: 5,2%. (aci)

agregasi okezone1