Toko Taki
Menu Click to open Menus
Toko Taki
Home » Utama » Perut Lapar, Ongkos Pulang tak Ada

Perut Lapar, Ongkos Pulang tak Ada

(105 Views) January 11, 2013 7:05 am | Published by | No comment

Tidak ada uang untuk ongkos pulang ke kampung halaman setelah berdagang ke negeri orang, Hasan Basri (50), warga Dusun Sungai Manau, Surian, Kabupaten Solok nekat mencuri uang yang berada di dalam kotak amal mushala.

PESAKITAN

Hasan juga mengaku uang tersebut direncanakannya untuk membeli makanan dan biaya hidup bagi keluarga yang telah ditinggal berhari-hari di kampung halaman.
“Dagangan tidak laku, uang di saku hanya tinggal seribu rupiah. Istri dan anak di rumah butuh biaya, karena desakan rasa lapar, ongkos pulang tidak ada, ditambah keluarga butuh uang untuk biaya hidup, saya jadi nekat mengambil uang di mushala itu, Bu Hakim,” kata terdakwa yang merupakan pedagang nangka ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri Padang, Kamis, (10/1).
Di depan persidangan yang dipimpin majelis hakim Yus Enidar, lelaki yang memiliki satu istri dan tiga anak ini mengaku pencurian yang dilakukannya terjadi pada 10 November 2012 lalu sekitar pukul 08.00 WIB di Mushala Ar Rasyd, Fakultas Ilmu Sosial Politik Unand, Limau Manih, Padang.

Awalnya Hasan hanya berniat istirahat di mushala tersebut, akan tetapi mengingat keluarganya di rumah, ia nekat membawa kabur uang beserta kotak amal di mushala tersebut.
“Saya sudah habis pikir waktu itu Bu Hakim. Nangka hasil kebun yang saya jual di Pasar Raya Padang sudah busuk dan tidak laku. Ongkos tidak ada, akhirnya saya membawa kabur uang di kotak amal dengan cara memasukannya ke dalam karung,” kata Hasan.
Namun, belum sempat Hasan menikmati hasil curian tersebut, dirinya terlebih dulu ditangkap warga sekitar kampus. Ia pun terpaksa mendekam di balik jeruji besi Lapas Muaro Padang sejak kejadian tersebut hingga sidang kemarin.
“Berbulan-bulan saya mendekam di balik jeruji tahanan untuk mengikuti proses persidangan. Entah siapa yang menafkahi keluarga saya dan bagaimana kabar mereka, saya tidak tahu hingga sekarang. Istri saya hanya buruh tanam padi di kampung,” kata Hasan berlinang air mata.
Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suriati dalam dakwaannya menjelaskan saat penangkapan terdakwa ditemukan barang bukti kotak infak berisikan uang Rp115 ribu, dan satu lembar karung beras. Atas perbuatan terdakwa, JPU menjerat terdakwa melanggar pasal 362 KUHP.
Akan tetapi Hakim Ketua Yus Enidar menilai pasal yang didakwakan JPU tersebut tidak sesuai melihat situasi dan kondisi serta alasan mengapa terdakwa melakukan pencurian. Bahkan terkait pidana yang disangkakan JPU. Hakim menilai hal tersebut juga tidak tepat.
“Sepantasnya terdakwa ini bukan terjerat kasus pidana umum tapi tindak pidana ringan. Serta pasal yang diterapkan seharusnya melanggar pidana pasal 464 KUHP tentang pencurian beralasan,” tegas hakim Yus Enidar.
Terkait keterangan terdakwa lama tidak berjumpa dengan keluarga, majelis hakim meminta JPU untuk langsung menuntut terdakwa, sehingga kasus bisa selesai dalam sidang kemarin. Akan tetapi JPU Suriati menjelaskan, nota tuntutan bagi terdakwa belum selesai dan sidang terpaksa diundur.
“Usahakan Senin (14/1) depan nota tuntutan sudah selesai. Jangan berlama-lama lagi. Kasihan kita melihat keluarga terdakwa yang terkatung-katung tanpa kehadirannya untuk menafkahi mereka,” tutup Yus Enidar, kemarin. (CHANDRA)

Categorised in:

No comment for Perut Lapar, Ongkos Pulang tak Ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>