Petani Dharmasraya Desak Dinpertahor Sumbar Salurkan Bibit Inpago

Perwakilan petani Dharmasraya menyampaikan kekesalan mereka terkait pembatalan bibit inpago. (ist)
Perwakilan petani Dharmasraya menyampaikan kekesalan mereka terkait pembatalan bibit inpago. (ist)

PADANG – Tak ada kejelasan bantuan bibit padi jenis inpago, puluhan petani yang tergabung dalam kelompok tani dari Dharmasraya mendatangi Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar. Mereka meminta langsung kepastian dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Chandra.

“Kami sudah siapkan lahan, nyatanya hingga saat ini belum ada nongol tu bibit, jangan karena perseteruan antar kadis atau antara kabupaten dan provinsi petani dikorbankan,” sebut Samsuarman, Ketua Kelompok Tani Limau Kapeh dalam pertemuan tersebut, Senin (7/8) di Padang.

Mereka menyampaikan kekesalannya, karena sejak awal Juni petani tidak menghasilkan sama sekali. Sebab, lahan mereka mengalami kekeringan akibat pembangunan irigasi Batang Hari didaerah tersebut. Mereka menuntut kepastian kapan bibit lahan kering itu bisa disalurkan.

“Kami ke Padang ini pak ingin kepastian kapan bibit bisa turun, soal surat menyurat kami tidak tahu menahu. Dulu katanya ada, sekarang banyak saja alasannya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Candra menjelaskan untuk menyalurkan bibit tersebut, Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumbar belum bisa memberikan rekomendasi. Alasannya, belum adanya usulan dari Dharmasraya secara resmi. Menurutnya, sesuai dengan prosedur bantuan pusat, provinsi sebagai perpanjangan tangan pusat bertanggung jawab penuh untuk pertanggungjawaban program tersebut.

“Sekarang petani minta saja Dinas Pertanian Dharmasraya untuk memasukkan usulan kepada kami. Atas dasar usulan itu nanti akan kami teruskan ke pusat, hari ini masuk usulan hari ini juga kami rekomendasikan,” jelasnya.

Chandra dalam kesempatan itu menyangkal ada perseteruan personal antara dirinya dengan Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Darisman. “Dharmasraya itu terlalu banyak persoalan, selain Luas Tambah Tanam (LTT) tidak mencapai target, laporan penanaman jagung hingga hari ini juga belum ada,” katanya.

Sementara Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Dharmasraya Hendriman berjanji akan menyiapkan administrasi pengusulan ke provinsi dalam waktu dekat termasuk CPCL (Calon Petani Calon Lahan) yang harus dipenuhi. (yose)