Petani Kampung Kandis Mulai Bertanam Gambir

Sakban memperlihatkan bibit gambir yang baru dibeli kepada salah satu Satgas TMMD di Batang Kapas.(niko)
Sakban memperlihatkan bibit gambir yang baru dibeli kepada salah satu Satgas TMMD di Batang Kapas.(niko)

PAINAN –  Petani di Kampung Tanjung Kandis Kenagarian Taluak Tigo Sakato, yang selama ini membiarkan lahannya, kini satu persatu sudah mulai kembali bertanam gambir.

Bahkan sebagian warga yang tidak memiliki lahan untuk ditanam gambir di tengah hutan tersebut berupaya untuk memperolehnya dengan cara membeli kepada pemilik tanah.

Contohnya, Sakban (38) warga setempat. Ia sudah membeli lahan baru di atas bukit Kampung Tanjung Kandis dan sekitar 500 ribu bibit batang gambir.

“Saya ingin serius bertani gambir. Selain harganya sudah meningkat, akses jalan tani yang dibuka TNI melalui program TMMD juga memberikan kemudahan dan kelancaran kami menuju lokasi, ” ucapnya, Senin (10/10).

Ia menuturkan jika ingin sukses dalam meningkatkan ekonomi melalui bertani gambir, maka harus yakin berusaha dan mengelola secara baik serta terus berkelanjutan.

“Bagi saya, meski harga turun tetap terus mengelolanya, begitupun dengan perawatan gambir. Kalau sekarang harga gambir lumayanlah sekilo Rp50 ribu,” ujarnya.

Lahan seluas 3 hektare yang baru dibeli Sakban rencana dia bakal ditanami gambir ke seluruhanya.

Ia juga menyebutkan bibit gambir sangat sulit didapatkan sekarang.

“Tanam awal 9 bulan, setelah itu sekali 3 bulan baru bisa kita menuai hasilnya,” tambahnya.

Dandim 0311 Pesisir Selatan, Letkol Inf Setiya Asmara juga merasa senang melihat warga yang memiliki niat dan usaha yang tinggi untuk mengaktifkan perekonomian pertanahan melalui gambir.

Ratusan Satgas TMMD yang tengah bertugas di kampung kecil itu adalah sebuah upaya demi menolong rakyat rakyat kecil yang patut dibantu dan diperjuangkan.

“Melalui TMMD inilah salah cara kami dapat membuat masyarakat bisa bergerak lebih maju,” tukasnya. (niko)