Pilkada di Mentawai, Ini Sebenarnya Pesta Demokrasi

Pemilih berbondong-bondong di TPS 1 Desa Muntai, Siberut Selatan. (defil)
Pemilih berbondong-bondong di TPS 1 Desa Muntai, Siberut Selatan. (defil)

TUA PEIJAT – Rabu (15/2) pagi di Siberut Selatan Mentawai terasa cukup dingin. Matahari seolah masih malu menampakkan diri.
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat bersiap mengangkat kotak logistik untuk didistribusikan ke tempat pemungutan suara. Jam 7 pemilihan akan dimulai.

Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) pun sibuk memperhatikan kinerja saudara “seibunya” itu. Saat itu, mereka juga mendapat kunjungan dari tim jelajah Bawaslu Sumbar. Singgalang ikut di dalamnya.

Dari sekretariat PPK logistik didistribusikan. Mereka menggunakan jasa angkutan roda empat dan roda tiga, alias becak motor.
Pengiriman kotak mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.

“Pagi ini kotak diantar ke TPS yang bisa ditempuh lewat darat,” kata Ketua PPK Siberut Selatan, Potan di sela kesibukannya.

TPS yang bisa ditempuh jalur darat 11. Sedangkan 7 lainnya lewat jalur sungai, seperti ke Desa Matotonan dan Madobag.
“Jumlah TPS 18, sedangkan 7 TPS sudah didistribusikan sejak Senin (13/2) karena menempuh jalur sungai dan memakan waktu sampai 6 jam,” ujarnya.

Ada yang mengharukan pada Pilkada di Mentawai itu. Antusias warga cukup tinggi. Di daerah ini pesta demokrasi benar-benar meriah.

Sejak TPS baru dibuka, calon pemilih berduyun-duyun hendak mencoblos. Mereka tidak sabar ingin menyampaikan aspirasi, guna menentukan pemimpin daerah lima tahun yang akan datang.

Pantauan di TPS 1 Desa Muntai, ramainya seperti warga Padang yang mengambil dana bantuan langsung tunai (BLT) di kantor POS. Tidak ada antrian mengular, masing-masing mereka ingin didahulukan. Berkat tenaga Linmas, situasi cukup kondusif. Mereka dipanggil berdasarkan absen.

“Di sini kesadaran masyarakat terhadap demokrasi cukup tinggi. Kami sangat mengharapkan pemimpin akan datang benar-benar orang yang diinginkan masyarakat banyak,” kata Daniel, salah seorang pemilih.

Hal itu juga terbukti di TPS lainnya. Partisipasi sejumlah TPS bahkan melebihi jumlah daftar pemilih. Misalnya di TPS 2 Desa Muntei, jumlah pemilih 214  sedangkan DPT cuma 210. Suara sah 210, tidak sah 4.

Hal yang sama juga ada di TPS 5 Muara Siberut, DPT 150, baru pukul 11.00 WIB sudah 152 yang ke TPS. 139 pemilih terdaftar di DPT, 12 pemilih dari daftar pemilih tetap tambahan.

“Sekarang sudah dua surat suara cadangan yang terpakai,” kata anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan  Suara (KPPS), Yulius.

Saat itu, tinggal dua surat suara cadangan.

“Jumlah surat suara cadangan 4 lembar,” katanya.

Pihaknya berusaha mencari surat suara ke TPS lain yang berlebih. Hal itu untuk antisipasi seandainya ada pemilih menggunakan KTP lebih dari dua.

“Diperkirakan akan banyak pemilih pakai KTP akan datang, soalnya waktu masih panjang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu Komisioner KPU Sumbar, Fikon Dt. Sati mengatakan, kalau surat suara habis dan yang datang pemilih menggunakan KTP, bisa disarankan memilih di TPS terdekat atau TPS tetangga, atau TPS lain yang berada dalam alamat KTP. Misalnya pemilih dengan KTP yang tidak terdaftar di DPT TPS 5 Muara Siberut, boleh di suruh memilih di TPS 4 Muara Siberut.

Sebelumnya, di TPS 3 Desa Mailepet, pukul 09.00 WIB sudah 152 pemilih yang mencoblos. Jumlah pemilih di TPS tersebut 210.
Petugas  KPPS di TPS setempat mengatakan, pemilih banyak datang pagi-pagi sekali. Mereka memilih pagi karena setelah memilih bisa langsung beraktivitas seperti biasa.

“Ada yang ke ladang, berdagang, dan lainnya,” kata Linmas TPS, Darius.

Ia mengatakan, kepedulian warga terhadap pemilu di daerahnya cukup tinggi. Sebagaimana diketahui, di Kecamatan Siberut Selatan ada 18 TPS. DPTnya 5.606. Pilkada di Mentawai diikuti dua pasang calon. Paslon nomor urut 1, Yudas-Korta yang diusung Partai Golkar, PDIP, Partai NasDem, Partai Gerindra dab PKS. Paslon nomor urut 2 Rijel-Binsar diusung Partai Demokrat dan Hanura. (defil)