Toko Taki
Menu Click to open Menus
Toko Taki
Home » Utama » PILKADA SAWAHLUNTO : Indikasi Pelanggaran Dilaporkan

PILKADA SAWAHLUNTO : Indikasi Pelanggaran Dilaporkan

(60 Views) May 21, 2013 7:18 am | Published by | No comment

SAWAHLUNTO — Tim Erizal Ridwan-Emeldi dan Fauzi Hasan-Deri Asta melaporkan indikasi pelanggaran yang terjadi pada pemilihan Walikota Sawahlunto.  Indikasi kecurangan dan pelanggaran pilkada itu dilaporkan tim kedua pasangan kepada Panwaslu setempat.
“Kita menerima laporan indikasi pelanggaran yang pada hari pemilihan dari tim pasangan Erizal-Emeldi dan Fauzi Hasan-Deri Asta,” kata Ponidi, anggota Panwaslu Sawahlunto kepada Singgalang, Senin (20/5).
Ia mengatakan, indikasi pelanggaran yang dilaporkan kedua pasangan itu antara lain, tidak konsisten pihak penyelenggara terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk memilih.
Misalnya, di suatu tempat diperbolehkan warga memilih dengan menggunakan KTP. Sedangkan di tempat lain tidak diperbolehkan KPPS.
Selain itu, lanjutnya, indikasi pelanggaran lain, ada penduduk yang tidak tercantum namanya di daftar pemilih tetap (DPT) tetapi bisa mencoblos dengan hanya menggunakan formulir C6 (undangan memilih).
Bahkan, ada warga tidak boleh memilih meski pada stiker nama yang ditempel KPU di rumah-rumah penduduk sudah tercantum. Alasannya, karena tidak tercantum di DPT. Padahal stiker nama yang ditempel di rumah warga berdasarkan data daftar pemilih tetap.
Menurut Ponidi, bahkan, ada pemilih yang mencoba-coba memilih dengan menggunakan formulir C6 yang bukan miliknya. Namun, diketahui saksi pasangan calon di TPS sehingga dapat digagalkan.
Anggota Panwaslu Arlin Junaidi mengatakan, panwaslu juga menerima laporan indikasi money politik atau politik uang. “Kita sedang mengkaji apakah indikasi pelanggaran itu dapat digolongkan money politics. Tentunya, harus dilengkapi dua saksi dan bukti. Selain itu, laporan yang disampaikan tidak melewati 7 hari, “ujar Arlin Junaidi.
Dikemukakannya, saat ini setiap laporan yang masuk ditanggapi dan dikaji serta dipelajari. Khusus terhadap money politik, apakah memenuhi unsur-unsur pidana pilkada. Ini akan dibawa ke dalam rapat koordinasi Gakumdu (penegakan hukum terpadu) dengan instansi hukum terkait.

Tunggu pleno
Pemenang pemilukada menunggu keputusan KPU Sawahlunto yang akan diplenokan, Selasa (22/5). Semua PPK terdiri dari empat kecamatan Talawi, Barangin, Lembah Segar dan Silungkang telah rampung merekap jumlah suara.
Dari lima pasangan calon yang bersaing, hasilnya Ali Yusuf-Esmed, disusul Erizal Ridwan-Meldi dan Fauzi Hasan-Deri Asta, sedangkan posi ke-4 diduduki Irwan Husein-Dasrial Ery. Nomor buncit Taufik Syam-Nursirwan.
Apabila hasil penghitungan suara masing-masing calon kurang dari 30+1, maka pilkada akan berlangsung dua putaran.
Kondisi di Sawahlunto mulai tegang. Masyarakat masih bertanya-tanya siapa yang akan menjadi pemenang. Apalagi meruyak isu, ada upaya memenangkan pasangan tertentu, sehingga pilkada tersebut hanya satu putaran.
Kendaraan Brimob Polda Sumbar, termasuk water canon disiapkan untuk menjaga situasi keamanan.
Menurut Kapolres AKBP. M.Syafrial, pihaknya berkoordinasi dengan TNI dan setiap malam melakukan patroli di empat kecamatan.
“Kita berharap situasi tetap aman sampai usainya ditetapkan pemenang bahkan hingga pelantikan.” ungkap Kapolres. (201/520)

Categorised in:

No comment for PILKADA SAWAHLUNTO : Indikasi Pelanggaran Dilaporkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>