Pilkada Serentak 2017 tak Semarak

 

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)30

JAKARTA – Ketua Tim Monitoring Pilkada Serentak 2017 Hariyadi mengatakan, sebagian besar daerah peserta Pilkada tidak menunjukkan gejala politik yang semarak. Jumlah ini bahkan diperkirakan menembus angka 80 persen.

Sepinya kondisi politik jelang Pilkada 2017 menjadi masalah, sebab kemungkinan besar juga berdampak pada partisipasi masyarakat, sekaligus menunjukkan tingginya apatisme publik terhadap pesta demokrasi ini.

“Di Banten itu juga tidak terlalu tampak padahal di sana ada politik dinasti tapi tidak ada greget signifikan. Di Mesuji pun daerah yang tingkat kofliknya tinggi, hari ini bahkan kami terima berita katanya ada satu calon yang digampar, itu juga dimasyarakat umum tampak pilkada itu,” kata Hariyadi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).

“Lebih banyak daerah yang sepi sebenarnya. Bahkan mungkin sekitar 80% sepi, artinya biasa saja, hampir tidak ada sesuatu,” imbuh dia.

Hariyadi memandang hal ini disebabkan karena sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah yang belum tampak. Bahkan, menurut hasil pemantauan, ada sejumlah warga yang tidak tahu bahwa pada Februari 2017 mendatang akan berlangsung pilkada serentak. (aci)

agregasi okezone1