Pintu Tembus Peluru “Saksi Bisu” Kematian Jenderal Ahmad Yani

 Lukisan Jenderal Ahmad Yani (foto: Tentry/Okezone)

Lukisan Jenderal Ahmad Yani (foto: Tentry/Okezone)

HARI Pahlawan pada 10 November setiap tahunnya, merupakan momen untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Situs bersejarah seperti museum merupakan saksi bisu kekejaman penjajah kepada para pahlawan. Salah satunya Museum Jenderal Ahmad Yani, yang berlokasi di Jalan Lembang Terusan Blok D, No. 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Museum ini merupakan rumah yang digunakan semasa Ahmad Yani hidup hingga akhirnya dibunuh untuk dimasukan ke dalam Lubang Buaya. Di dalam museum terdapat 10 ruangan bersejarah yang akan membuat kamu menangis.

Di ruangan ke-10, tepatnya di bagian belakang museum ini, adalah saksi Jendral Ahmad Yani ditembak mati oleh PKI.

“Saat itu melalui pintu belakang mereka para pasukan masuk, kemudian di sana mereka disambut oleh pembantu di rumah, tak lama kemudian anak jenderal datang mencari ibu Yani yang kala itu sedang berada di rumah dinas,”jelas Gilang Fajar Nugraha sebagai pemandu wisata, kepada Okezone.

Kala itu, Jenderal Ahmad Yani yang sedang tertidur kemudian dipanggil oleh anaknya, memberi tahukan jika ada pasukan yang mencarinya. Jenderal Ahmad Yani yang masih memakai busana tidur kemudian, datang menemui pasukan yang mencarinya. Setelah cekcok cukup panjang dan adanya pemukulan yang diberikan ke pasukan. Ahmad Yani kemudian berjalan ke ruangan sembilan. (aci)

agregasi okezone1