Berita Singgalang | Utama

Pol PP dan Pedagang Bentrok di A.Yani

Tanggal 25 October 2012

PADANG — Pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang. Petugas juga mengaku mengalami hal yang sama. Kedua belah pihak kemudian saling lapor ke polisi.
Kasus itu terjadi di Jalan Ahmad Yani, saat sejumlah penegak perda itu lari pagi di kawasan tersebut, Rabu (24/10). Bentrok Pol PP dan PKL di Padang, bukan hal baru.
Akibatnya Eri Kabri (30) warga Jalan Padang Pasir menderita luka robek di keningnya dan mendapatkan 15 jahitan. Tidak menerima perlakuan seperti itu, korban melapor ke Mapolresta Padang.
Menurut korban kejadian berawal saat mobil miliknya merek Carry Pick Up tengah parkir. Di mobil itu tersimpan buah-buahan yang hendak dijualnya. Rombongan personel Satpol PP yang tengah lari pagi melintas diiringi armada dalmas. Tiba-tiba armada itu menghadang dan mobil miliknya. Sejumlah petugas mengambil sekardus buah.
Eri tak terima. Ia berusaha mencegah. Tapi, Eri malah dikepung. Menurut dia, salah seorang dari oknum Satpol PP memukul dengan balok kayu.
“Akibatnya kening saya luka dan mendapat 15 jahitan. Perut saya memar,” kata korban kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara.
“Saya berharap kasus ini ditangani secara adil,” harapnya.
Kanit I SPKT Polresta Padang Ipda Tarmizi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dan korban telah dibawa visum untuk melengkapi berkas.
“Laporan korban sudah tercatat dengan nomor LP/1732/K/X/SPKT Unit I, laporan korban telah kita serahkan ke Satuan Reskrim untuk pengusutan lebihlanjut,” kata Tarmizi.

Saling lapor
Satpol PP juga melaporkan Eri Kabri ke Polresta Padang dengan tuduhan melakukan penganiayan terhadap salah seorang petugas.
Pengakuan petugas, saat itu mereka sedang menertibkan lapak-lapak liar yang ada di kawasan tersebut.
“Salah seorang petugas kami mengalami luka di bagian tangan saat melakukan penertiban di lokasi kejadian itu. Pedagang itu menyerang kami dengan cara mengayunkan pisau dan langsung mengejar petugas,” kata Kordinator Provost Alwi saat di Mapolresta.
Kanit I SPKT Ipda Tarmizi mengakui, pihaknya juga telah menerima laporan dari petugas Satpol PP. Saat ini, telah menyerahkan laporan tersebut ke Satuan Reskrim.
“Kedua laporan korban sudah kita terima, saat ini penyidik Satuan Reskrim tengah memproses kedua kasus tersebut,” ujar Tarmizi.

Tidak menyerang
Eri membantah jika ia dituduh menyerang petugas dengan pisau. Saat kejadian pisau ada dalam mobilnya. “Itu pisau untuk memotong buah,” kata dia.
“Saya tidak sempat mengambil pisau itu. Anehnya setelah saya pulang, pisau yang ada di mobil sudah tidak ada lagi. Ternyata pisau itu dibawa Pol PP ke Polresta sebagai barang bukti,” timpalnya.

Harus persuasif
Anggota DPRD Padang menyayangkan atas sikap penegak perda tersebut. Diminta Satpol PP mengutamakan tindakan persuasif dalam menegakan peraturan daerah, dan tidak menggutamakan unsur kekerasan dalam menjalankan tugasnya. “Jangan pakai kekerasan,” kata Indra anggota Komisi I. (408)

Leave a Reply

 
Advertise Here
Advertise Here

Pojok

  • + Gagal pemilu,
    Caleg diceraikan isteri
    - Malang bana nasib, kursi empuk ndak dapek, bini cigin lo
    + Anang tak ambil pusing soal
    perolehan suara
    - Bini si nan dek lai tantu iyo. Kok indak cigin lo mah