Presiden Instruksikan Permudah Pengurusan Sertifikat Tanah

Presiden Jokowi menyerahkan sertikat tanah kepada warga Gunung Kidul, Yogyakarta (ist)
Presiden Jokowi menyerahkan sertikat tanah kepada warga Gunung Kidul, Yogyakarta (ist)

YOGYAKARTA – Pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan reformasi agraria. Persoalan ketimpangan penguasaan tanah dan akses terhadap tanah di pedesaan menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.

Untuk itu, Presiden bersama dengan jajaran kabinetnya bertekad untuk menata sektor pertanahan yang salah satunya dilakukan melalui legalisasi sertifikat aset.

Tekad tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan pada acara penyerahan sertifikat tanah Program Strategis tahun 2016 di Balai Desa Karang Rejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (10/10).

“Mengurus sertifikat masih lama. Ini yang akan kita selesaikan, ini yang akan kita benahi. Ini yang akan kita perbaiki sehingga masyarakat nanti terjamin hak-hak kepemilikannya dan penguasaan rakyat atas tanah,” ujar Jokowi.

Presiden kemudian memperingatkan para aparat agar tidak bermain-main dalam melayani masyarakat. Dirinya juga tidak ingin lagi melihat adanya pungutan-pungutan liar yang menyengsarakan rakyat kecil.

“Saya peringatkan ya. Hati-hati mulai hari ini. Akan saya pantau, kontrol, cek di setiap kantor dengan cara saya. Jangan lagi ada yang berbelit-belit. Yang gampang dimudahkan, yang mudah dicepatkan. Jangan dibuat ruwet. Apalagi pakai pungli,” tegasnya.

Peringatan tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Presiden mencontohkan kasus yang baru-baru ini terjadi di Pelabuhan Belawan di mana pada akhirnya ditetapkan dua orang tersangka. Penangkapan tersebut dilakukan untuk memberantas pungutan liar yang terjadi di pelabuhan tersebut.

“Mata saya memang cuma dua, tapi intelijen ada di mana-mana. Kalau saya perintah untuk mengawasi, pasti akan diawasi,” imbuhnya.

Terhadap pemberian sertifikat kepada masyarakat yang saat itu dilakukan, Jokowi juga menginginkan untuk melihat sendiri bahwa benar adanya masyarakat mendapatkan sertifikat tersebut.

Namun demikian, Presiden mengingatkan kepada para petani, pengusaha kecil, dan masyarakat pada umumnya yang telah diberikan sertifikat tanah agar betul-betul memanfaatkan sertifikat tersebut. Dirinya berpesan agar tidak mengagunkan sertifikat untuk keperluan-keperluan yang tidak produktif.

“Saya titip. Kalau sudah punya sertifikat disimpan. Tapi kalau dipakai untuk beli mobil dan sepeda motor saya pesan jangan,” tuturnya.

Demikian Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. (rahmat)