Produksi KJA Danau Maninjau 7,5 Ton Sehari

Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau.  (lukman)
Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau. (lukman)

LUBUK BASUNG – Akibat musibah bencana alam tubo balerang dan menipisnya ketersediaan oksigen di perairan Danau Maninjau, petani mengelola Keramba Jaring Apung (KJA) yang aktif saat ini hanya sekitar 10  ribu petak. Dari 10 ribu yang aktif  itu, yang mulai panen sekitar 1.000 petak, selebihnya masih dalam kondisi istirahat sambil menunggu normalnya kembali kondisi cuaca.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Ermanto dan Kepala Bidang Budi Daya Rosva Deswira, menjawab pertanyaan Singgalang Minggu (6/11) menjelaskan, dari 10 ribu petak KJA yang aktif dengan berbagai ukuran itu, hanya mampu menyediakan ikan segar 7,5 ton setiap hari, jenis ikan nila dan mas.

‘Bencana tubo balerang dan kekurangan oksigen dari Agustus hingga Oktober kemaren ini yang berakibat kematian ikan KJA besar-besaran, berakibat berkurangnya persediaan ikan,” sebut Kepala DKP Agam, Ermanto di Lubuk Basung.

Sebelum musibah itu mendera perairan Danau, KJA yang aktif di Danau Maninjau mencapai 17 ribu petak dengan produksi sekitar 30 ton per hari. (lukman)