Puluhan Korban Penipuan Developer Melapor Ke Polresta Padang

Mapolresta Padang (net)
Mapolresta Padang (net)

PADANG – Puluhan korban penipuan Developer PT Grakiva Putra Mandiri, melapor ke Polresta Padang, Rabu (20/9) sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka melaporkan Mario Putra, yang saat ini penahanannya sudah ditangguhkan polisi.

Laporan para korban tercatat dengan No.LP /1885/K/IX /2017/ SPKT Unit II Polresta Padang.

Menurut salah seorang pelapor Guswendi, ia sudah menyetorkan uang muka Rp10,5 juta, untuk kredit kepemilikan rumah di Air Dingin, Lubuk Minturun, Padang.

“Kedatangan saya dan teman-teman ke sini supaya kasus ini bisa diproses dan pengusutannya sesuai hukum,” katanya.

Puluhan orang itu mengatasnamakan 119 korban yang namanya tidak tercantum di salah satu perusahaan setelah pengerjaan proyek dilimpahkan oleh PT Grakiva. Seluruhnya merasa kehilangan uang DP Rp13 juta, pembangunan rumah bersubsidi.

Yusra Nuzul, korban lainya, mengatakan seluruh korban berjumlah 119 orang. Ada yang sudah membayar uang DP Rp 13 juta dan uang tambahan luasan tanah yang berkisar antara Rp12-28 juta.

Uang DP sebesar Rp13 juta dan uang tambahan tanah berkisar Rp12-28 juta sudah diberikan. “Kerugian kami beragam,” kata Yusra, didampingi pelapor lainnya.

Mereka menuntut rumahnya dibangun. Semua persyaratan untuk rumah sudah lengkap. Tinggal akad kredit saja lagi, tapi ternyata nama kami dibuang saja saat peralihan proyek.

“Karena itulah kami melapor ke polisi sekarang,” ujarnya.

Kapolresta Padang, Kombes Chairul Aziz mengatakan melapor merupakan hak setiap warga negara Indonesia, sebab itu pihaknya menerima laporan masyarakat yang merasa dirugikan dalam kasus ini.

Sejauh pelapor bisa menunjukkan bukti-bukti atas kasus yang dilaporkan, polisi akan mendalami dan menindaklanjutinya.

“Laporan itu sudah kita terima dan sedang didalami Reskrim,”kata Chairul Aziz. (guspa)