Rabu TMMD Berakhir, Warga Terharu

 Bundo (62) salah satu warga Tanjung Kandis, mengucapkan rasa syukur dengan kehadiran Tentara melalui Program TMMD 97.(niko)

Bundo (62) salah satu warga Tanjung Kandis, mengucapkan rasa syukur dengan kehadiran Tentara melalui Program TMMD 97.(niko)

PAINAN – Pelaksanaan Program Tentara Manunggal Membangun Desa Ke- 97 di Kampung Tanjung Kandis , Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan resmi ditutup pada Rabu (19/10) nanti. Sebanyak 150 personel TNI yang telah  berbaur dan tinggal di rumah warga akan meninggalkan lokasi.

Suka dan duka tentu telah banyak yang dilewati oleh para prajurit bersama masyarakat sekitar. Dari semula tidak saling kenal, kini hubungan silahturahmi mereka telah terkoneksi dengan baik.

Kenyamanan, keakraban serta canda tawa dan senda gurau  yang mengisi hari hari mereka selama TMMD berlangsung, seakan perpisahan pada 19 oktober mendatang merupakan suatu hal yang sulit bagi masyarakat untuk berpisah dengan tentara tersebut.

Bundo (62) salah seorang warga Kampung Tanjung Kandis terharu dan sedih bila waktu perpisahan itu tiba.

“Rasanya baru kemarin tentara ini masuk ke kampung kecil kami. Namun  seiring waktu berputar kiranya sudah hampir satu bulan,” ungkapnya, Senin (17/10).

Ia mengatakan kehadiran TNI melekat di hati rakyat Tanjung Kandis. Wawasan dan ilmu juga semakin bertambah berkat berbagai penyuluhan yang diberikan pada program mulia tersebut.

“Warga Tanjung Kandis, memang tidak bosan-bosannya mengucapkan rasa syukur. Semoga hal positif  yang telah diperbuat oleh tentara di perkampungan kami akan dibalas Allah SWT serta  diberikan kesehatan sehat walafiat dalam melaksanakan setiap tugas –tugasnya,” tutur Bundo.

Sebelumnya, 4 rumah dan 1 mushalla yang dikerjakan para tentara selesai dibangun. Sementara jalan tani sepanjang 12 kilometer yang menghubungkan dua kecamatan dan tiga kenagarian juga telah siap dibuka. Para petani pun gambir sudah bisa melewati dan memanfatkan  jalan itu sebagai akses menuju lokasi ladang.

“Kini tinggal lagi bagaimana upaya Pemkab Pessel agar jalan pertanahan itu bisa dibangun lebih bagus dengan menggunakan aspal. Supaya keberadaannya betul-betul dirasakan masyarakat,” tukas Dandim 0311 Pessel, Letkol Inf Setiya Asmara. (niko)