Rachmawati Sayangkan Sikap Kapolri Larang Salat Jumat di Bundaran HI

Rachmawati Sukarnoputri (liputan6.com)
Rachmawati Sukarnoputri (liputan6.com)

JAKARTA – Rachmawati Soekarnoputri akan hadir dalam aksi “Bela Islam jilid III” yang digelar pada 2 Desember mendatang. Aksi tersebut diketahui sebagai bentuk desakan untuk kopolisian segera melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam aksi nanti, massa akan melakukan sala Jumat berjamaah di bunderan Hotel Indonesia (HI). “Teknisnya saya belum tahu, karena itu memang sebetulnya hari Jumat kubro. Jadi kita melakukan salat Jumat,” ujar Rachma saat ditemui di Aula Universitas Bung Karno, Jalan Kimia, Jakarta Pusat, Minggu (20/11).

Dia menyayangkan sikap Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang tidak mengizinkan digelarnya salat Jumat. “Tapi yang saya dengar, Kapolri sudah memerintahkan supaya tidak ada istilah aksi unjuk rasa. Loh, orang mau salat kok dilarang,” tegas Rachma. “Ini negara katanya menjunjung tinggi demokrasi,” lanjutnya.
Rachmawati menilai bahwa saat ini Indonesia menganut sistem demokrasi yang leberal. “Iya memang betul negara demokrasi, tapi demokrasinya liberal,” serunya.

Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa hal itu tidak sesuai dengan demokrasi yang diamanatkan oleh Presiden ke-1 RI yang juga merupakan ayahnya, Soekarno, serta tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. (aci)

agregasi okezone1