“Raja” Minyak dari Indrapura

Buku pedoman tentang akuntansi dibidang perminyakan diborong Sultan Indra, dan dia telaten belajar setiap malam memahami ilmu yang baru baginya. Kalau dihitung, buku tentang akuntansi perminyakan yang dimiliki Sultan Indra bisa mencapai enam dus besar, kalau dijumlahkan bisa melebihi seratusan buku.

Selama bekerja diperusahaan perminyakan, Sultan Indra memiliki waktu istirahat yang sangat kurang. Setiap malam dia bekerja hingga larut malam, supaya pekerjaannya hari itu dapat selesai dan besok pagi sudah dapat dilaporkan kepada atasannya.
“Beberapa tahun istri dan anak mendengar suara mesin ketik setiap malam. Dan itu bisa sampai jam 2 pagi” kata suami dari Triliyanthi Osman tersebut.
Falsafah tak ada kerjakeras yang sia-sia itu memang dialami Sultan Indra.

Berkat keuletannya, Sultan mendapatkan beberapa kali promosi jabatan diperusahaan tersebut. Kepercayaan penuh juga diberikan Sultan Indra saat perusahaan tempat dia bernaung akan menghentikan operasionalnya di Indonesia, saat itu dari seluruh karyawan yang ada, hanya Sultan Indra yang dipertahankan perusahaan untuk mengurusi peralihan asset perusahaan.

Untuk proses tersebut tidak memakan waktu sebentar, hingga mencapai dua tahun lamanya.

Seorang diri Sultan Indra membuktikan diri mampu mengurus perusahaan berskala internasional. Kemampuannya itu membuat dia menjadi sorotan dan rebutan perusahaan minyak lain. Perusahaan asing yang pernah dia bekerja mulai dari Agip Overseas Indonesia, Kodeco, Promet Arafura Pte Ltd, Mainline Resource Ltd, Esso Exploration, Siddhakarya Pilona, Intermega Sabaku & Salawati Ltd. Dan berkat kerja keras dan kesungguhannya dalam berkarier, Sultan pernah menduduki beberapa jabatan puncak industri perminyakan nasional dan internasional.

Pada tahun awal 2000 an, kakek kelahiran 16 September 1952 itu diajak rekanannya untuk membuka perusahaan sendiri. Sejak itulah bendera perusahaan Sultan makin berkibar, dan Sultan Indra menjadi salah satu pemilik beberapa ladang minyak yang dikerjasamakan Pertamina. Disamping lapangan perminyakan, Sultan juga memiliki beberapa perusahaan penunjang industri perminyakan seperti, perusahaan penyewaan Oil Barge, gas compressor, Oil Production Facilities dan perusahaan pensuplai gas untuk memproduksi minyak mentah (crude oil).
next