Rang Ibuah Juara Paralayang Dunia

Rio, atlet paralayang dunia disambut Ketua KONI Payakumbuh Yusra Maiza, Kamis (19/10) malam. (bayu)
Rio, atlet paralayang dunia disambut Ketua KONI Payakumbuh Yusra Maiza, Kamis (19/10) malam. (bayu)

PAYAKUMBUH –  Rio Indrakusumah (28) Ibuah, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh berhasil menorehkan prestasi dunia. Memakai biaya sendiri, dia membawa harum nama Indonesia.

“Benar, Rio Indrakesumah, mencatat sejarah dalam kejuaraan dunia paralayang bertajuk Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2017 di Kobariddi, Slovenia,” sebut Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Payakumbuh Haji Yusra Maiza, Jumat (20/10).

Malam sebelumnya, Kamis (19/10), Yusra Maiza dan sejumlah pengurus KONI dan Cabor terkait, menyambut kepulangan Rio di Mano Kitchen Resto, Payakumbuh. “Ivent ini, diikuti oleh 89 pilot yang berasal dari 21 negara termasuk Indonesia,” urai Yusra Maiza.

Rio sendiri, tercatat sebagai atlet Paralayang yang rutin latihan di Bungsu Eurosport, Limapuluh Kota. “Adinda Rio, juara dalam kategori umum, tepatnya juara tiga. Ini se-Dunia, bukan Indonesia,” jelas intelektual muda Luak Limopuluah itu.

Pada laga final di Kobarid, Slovenia di nomor ketepatan mendarat (Accuracy Landing) kategori umum, Rio yang spesialis pada nomor lintas alam atau Cross Country/XC, memuluskan perjuangannya di seri terakhir.

“Atas nama Ketua KONI, kami mengucapkan selamat kepada adinda Rio, atlit paralayang kebanggaan Payokumbuah, Sumbar dan Indonesia khususnya,” ulas Yusra Maiza. Kabar prestasi Rio ini, sempat disampaikan langsung oleh Yusra kepada Wako Payakumbuh Riza Falepi. “Pak wali, ucapkan selamat,” demikian Yusra.

Keliling dunia
Kepada wartawan, Rio mengaku, berangkat ke luar negeri dengan biaya sendiri. “Tidak ada saya mengajukan proposal. Pakai uang pribadi saja,” ulasnya. Ditanya berapa biaya yang dibutuhkan, Rio menaksir dia membawa uang kisaran Rp150-an juta.

Sebelum bertanding di Slovenia, Rio pernah juara pula dalam kejuaraan di Manado dan Serbia. Jelang bertanding di Manado, Rio sendiri lama berlatih di Austria. “Medannya berat kalau di luar (luar negeri,-red) itu da. Cuaca beda, angin beda. Jadi memang sulit,” ulas Rio.

Menang di Manado dan Serbia, pada lomba tahap ketiga di Kanada, Rio urung berangkat. “Visa saya tidak selesai. Sulit ngurusnya. Jadinya urung. Kemarin itu, ke Slovenia, bisa. Ya bertanding di sana. Alhamdulillah juara,” terang Rio.

Keberhasilan Rio ini, nantinya akan menjadi tiket bagi dia, untuk mengikuti Asean Games 2018. “Saya bersyukur saja, sekalipun pakai biaya sendiri. Insyallah, 2018 kita siap di Sea Games,” tukuknya. Yusra mengaku, akan mensupport Rio dalam Sea Games mendatang.

Rio mengatakan, keberhasilan tersebut berkat akumulasi perolehan poin yang telah terselenggara sejak seri pertama hingga seri keempat berlangsung. Sebelumnya Rio berhasil meraih juara umum dan mengalahkan 84 pilot profesional dari berbagai negara berbeda di ajang seri 1 Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2017 di Manado. (bayu)