Ratusan Rumah Terendam Banjir di Sijunjung, BPBD: Sudah Siklus Tahunan

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menilai banjir yang sempat merendam ratusan rumah di Kabupaten Sijunjung merupakan siklus tahunan. Masyarakat tetap diminta waspada.

Kalaksa BPBD Sumbar Zulfiatno melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Pagar Negara mengatakan, banjir yang terjadi, Rabu (6/1) dini hari itu telah menyusut.

Menurutnya, terendamnya rumah masyarakat yang berada di sekitar dua sungai besar itu lebih disebabkan lokasi pemukiman masyarakat tersebut lebih rendah dari lokasi sungai. Dengan begitu, pada saat terjadi peningkatan debit air sungai karena peningkatan curah hujan kemungkinan meluap itu selalu ada.

“Kejadian banjir di Sijunjung hampir terjadi setiap tahunnya, bahkan bisa dua kali dalam setahun. Di saat hujan lebat terjadi, sungai yang ada selalu meluap ke pemukiman masyarakat, seperti yang menimpa 3 nagari di Kecamatan Kamang Baru, Rabu dini hari tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Rabu dini hari, banjir merendam 201 rumah yang ditempati 221 KK di Nagari Sungai Aua, 47 rumah yang ditempati 52 KK di Sei Lansek, dan 23 rumah yang ditempati 26 KK di Nagari Kamang Baru. Kemudian air surut sekitar pukul 10.00 WIB. (yose)