Rawan Perilaku Menyimpang, Sumbar Akan Buat Perda LGBT

Ilustrasi. (*)

PADANG – Wakil Gubernur Nasrul Abit mendeteksi prilaku menyimpang di Sumbar makin mengkawatirkan, terutama Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Untuk itu, ke depan Pemprov Sumbar akan berinisiatif melahirkan peraturan daerah (Perda ) LGBT.

“LGBT ini tidak sesuai dengan falsafah Minang,” ujarnya, usai rapat membahas persoalan ini dengan stakeholder terakit, Jumat (5/1).

Dikatakannya, perlu duduk bersama dengan stakeholder terkait membahas persoalan ini. Jika tidak dilakukan sekarang maka generasi penerus Sumbar dapat terpengaruh dengan perilaku ini.

“Kita akan bicarakan baik itu dari Dinas di Provinsi, DPRD, LKAAM, Ulama, Cadiak Pandai dan yang lain dalam pembahasan perda ini,” katanya.

Meski begitu, sebelum mengusulkan Perda LGBT, Pemprov Sumbar akan melakukan survei selama tiga bulan. Jika hasilnya sudah mengharuskan ada perda, maka Pemprov Sumbar akan usulkan perda.

Untuk itu, Nasrul mengimbau masyarakat untuk mengawasi pergerakan dan pergaulan anggota keluarganya.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Hendri mengatakan, dalam pemberantasan LGBT di Sumbar perlunya tiga langkah. Pertama, katanya, harus ditingkatkan penjagaan dan mencegah mulai dari keluarga, sekolah, dan organisasi-organisasi masyarakat. Kemudian, mengobati mereka yg sudah terinveksi penyakit tersebut.

Selanjutnya, kata Hendri, perlu penawaran sangsi, aturan hukum, adat, dan sosial terhadap pelaku tersebut. “Perlu tungku tigo sajarangan. Libatkan lembaga adat, ninik mamak, masyarakat, dan akademis,” katanya. (yose)