Ribuan Jemaah Syattariyah Rayakan Idul Adha

 

PADANG – Ribuan jamaah Tarekat Syattariyah di Sumatera Barat baru merayakan Idul Adha hari ini. Mereka melaksanakan salat id sekira pukul 08.00 WIB di sejumlah masjid pengikut Syattariyah, seperti yang dilakukan di Masjid Tajul Arifin, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Penetapan jatuhnya 10 Dzulhijjah hari ini menurut Guru Syattariyah Dasril di Masjid Tajul Arifin karena mengikuti keputusan para ulama Syattariyah yang ada di Sumatera Barat.

“Kita mengikuti ajaran Rasullullah SAW, karena beliau sudah tidak ada makanya kita mengikuti keputusan ulama. Keputusan ulama hari raya Idul Adha jatuh pada hari ini,” katanya usai salat Idul Adha, Rabu (14/9).

Penetapan hari raya Idul Adha tidak sama dengan di Arafah, Arab Saudi sebab waktu di sana selalu berbeda.

“Waktu kita di sana berbeda dengan di Indonesia, jadi kita tidak perlu sama, bisa jadi sore di sana kita di sini siang, selain itu perhitungan tanggal dan bulan makanya jatuh pada hari ini,” ujarnya.

Untuk jemaah Syattariyah di Masjid Tajul Arifin ini diikuti oleh ratusan jwmaah baik laki-laki maupun kaum perempuan. Dalam salat Idul Adha ini yang berperan sebagai imam langsung Buya Dasril dan Khatib Ali Akbar.

“Tahun ini kita menyembelih enam ekor sapi kurban, nanti akan kita bagi-bagi sama jamaah,” terangnya.

Pengikut Tarekat Syattariyah yang ada di Kota Padang mayoritas berasal dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang merantau. Sebab, asal ajaran Syattariyah ini berasal dari Padang Pariaman dan menyebar ke daerah lain yang ada di Sumatera Barat bahkan sampai di luar wilayah Sumbar. (rahmat)
agregasi okezone1