Berita Singgalang | Pessel, Utama

Rumah Ketua DPRD Pessel Disita Polisi

Tanggal 06 July 2013

DIDUGA DIBELI DARI HASIL KORUPSI  

PADANG – Singgalang Rumah Ketua DPRD Pesisir Selatan, Mardinas N Syair di Perumahan Sumbar Mas, Blok A No.1 Kubu Dalam, Parak Karakah, Padang disita polisi. Hanya saja, penyitaan itu disayangkan, karena tak ada kaitannya dengan perkara yang dituduhkan.
“Rumah itu dibeli November 2010, dengan kredit Bank Mandiri. Sementara dugaan korupsi yang dituduhkan kepadanya tahun anggaran 2011,” kata Defika Yufiandra, pengacara Mardinas di Padang, Jumat (5/7).
Alhasil secara logika hukum, tak ada kaitannya dengan perkara. Apalagi disebut dibeli dari hasil korupsi. “Kita sepakat hukum ditegakkan, tetapi tentunya sesuai dengan aturan dan prosedurnya. Kalau seperti ini, tentu kita sayangkan,” ujarnya.
Apalagi hal demikian sudah disampaikan kliennya saat diperiksa penyidik Tipikor Polres Pessel beberapa waktu lalu. “Kredit rumah itu pun sudah nunggak hingga 10 bulan,” lanjut Defika.
Pihaknya juga tengah memikirkan langkah hukum yang akan ditempuh terkait penyitaan itu. “Tengah kita pertimbangkan bersama tim penasihat hukum untuk itu,” tuturnya.
Rumah permanen itu disita penyidik Unit Tipikor Polres Pessel didampingi sejumlah anggota Unit Tipikor Polresta Padang, Rabu (4/7) lalu sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas memasang papan penyitaan di dinding pintu masuk rumah, dan dipasang police line.
Kapolres Pessel AKBP Toto Fajar Prasetyo didampingi Wakapolres Kompol Dwi Harsono dan Kasat Reskrim AKP Zulvahmi kepada wartawan menjelaskan, rumah Mardinas diduga berasal dari aliran dana kasus korupsi tersebut.
Pihaknya telah memanggil 40 anggota DPRD sebagai saksi untuk mengusut kasus itu.
Dua tersangka lainnya yakni, mantan Sekretaris DPRD Pessel, Rahmad Realson dan mantan Bendahara Sekretariat Dewan, Belinda Erianti saat ini mendapat jaminan penangguhan penanahan dari Pemkab Pessel. Mardinas juga tidak ditahan karena dinilai penyidik masih kooperatif.
Dugaan korupsi ini mencuat setelah adanya penemuan bon putih perjalanan fiktif DPRD Pessel mencapai Rp400 juta. Kemudian, Kejaksaan Negeri Pessel langsung melakukan penyelidikan, begitu juga Polres Pessel.
Sekwan dan Bendahara DPRD dijadikan tersangka 2012 lalu, karena diduga terlibat dalam pemalsuan kuitansi perjalanan dinas, sehingga merugikan negara dan langsung ditahan. Namun, polisi akhirnya mengabulkan penangguhan penahanan keduanya.
Setelah sempat diam, akhir Januari 2013 lalu, giliran Mardinas ditetapkan sebagai tersangka. Sementara anggota dewan lainnya hanya sebagai saksi.
Koordinator Police Watch Sumbar, Ilhamdi Taufik mengharapkan penyidik kepolisian transparan dan tidak diskriminatif dalam menangani kasus ini. (aci)

Leave a Reply

 
Advertise Here
Advertise Here

Pojok

  • + Gubernur Riau bacaruik pungkang
    - Raso tagak di balai kami pak gubernur
    + Band Bimz ingin langit biru di Riau
    - Ijau buliah langik tu, gubernur se pacaruik