Rumah Kosong Digerebek, Dua Wanita Diamankan Prianya Kabur

Ilustrasi (okezone.com)
Ilustrasi (okezone.com)

PAYAKUMBUH –  Mengaku gerah dengan aktifitas dugaan prostitusi di sebuah rumah kosong yang ditinggal penghuninya di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kota Payakumbuh, warga melakukan penggerebekan Kamis (17/11) .

Sebanyak dua  wanita diamankan dan tiga pria bersama satu wanita lainnya, kabur dalam peristiwa ini. Kedua wanita yang diamankan tersebut, diserahkan ke Mako Pol PP, gedung Balaikota baru, kawasan Bunian, Payakumbuh.

Mereka yang diserahkan warga ke Pol PP itu, yakni “CM” (17) oknum siswi salah satu SMK di Kota Payakumbuh dan seorang remaja perempuan berinisial “TL” (20), yang mengaku berprofesi sebagai artis orgen tunggal.

“Kedua wanita itu, digerebek oleh warga dan kemudian kita tindaklanjuti,” kata Kasat Pol PP Payakumbuh Fauzi Firdaus, kepada wartawan Jumat (18/11) .

Sebelumnya Kasat Pol PP mendapat laporan, warga menggerebek rumah kosong tersebut lantaran curiga, ada aktifitas praktik seks bebas yang sudah lama berlangsung.

Ironisnya, kuat diduga, warga menyebut, pelaku dugaan seks bebas ini merupakan oknum kalangan anak didik. “Pengakuan keduanya, mereka membantah melakukan mesum dengan pasangannya. Tapi itu kita selidiki terus,” tutur Fauzi.

Saat digerebek warga, “CM” dan temannya “TL” berkali kali mengaku, tidak sedang melakukan hubungan seks. Malang, teman prianya dahuluan kabur. “Prianya tidak ditemukan,” kata Fauzi.

Walau demikian, keduanya tidak menampik, pernah tidur di rumah tersebut beberapa kali namun tidak melakukan pesta seks. “Kami pernah bermalam di rumah itu, tapi ya beda kamar,” akunya diungkapkan Kasat Pol PP.

Bersamaan, Sat Pol PP juga menjaring sejumlah oknum pelajar dan remaja yang tidak lagi bersekolah, di areal Kampus Unand Kubu Gadang, Payakumbuh.

Mereka yang dijaring itu, diduga melakukan pesta menghisap lem cap banteng. “Mereka pelajar SMA dan satu lagi, tercatat sebagai murid SMP,” tukuk Fauzi Firdaus.

Sama dengan kedua wanita yang dilepas setelah membuat surat perjanjian, pelajar yang melakukan pesta lem bersama beberapa lainnya itu juga mendatangkan orangtuanya. (bayu)