Toko Taki
Menu Click to open Menus
Home » Utama » Rusak dalam Masa Pemeliharaan

Rusak dalam Masa Pemeliharaan

(14 Views) June 7, 2013 7:03 am | Published by | No comment

(Proyek Pemecah Ombak di Pantai Sasak) — PADANG — Pembangunan batu grib Pantai Sasak, Pasaman Barat rusak masih dalam masa pemeliharaan. Pengawas proyek diminta jangan main mata dengan kontraktor.

Hal itu ditegaskan, Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Yulman Hadi saat mengunjungi pembangunan Pantai Sasak, Kecamatan Ranah Pasisie, Pasaman Barat Selasa (4/6).
Dikatakannya, kualitas pengerjaan proyek sangat tergantung dengan pengawas proyek. Karena setiap tahapan pengerjaan proyek, rekanan harus melapor pada pengawas proyek.
“Pengawas jangan main mata. Jika memang tidak sesuai spesifikasi, laporkan saja. Kapan perlu hentikan pengerjaan. Daripada hasilnya tidak berkualitas,” sebutnya.
Bahkan, Yulman menyarankan pengerjaan yang lari dari spesifikasi bongkar saja. Karena untuk pembangunan proyek tersebut adalah untuk masyarakat dan dananya dari masyarakat. Sehingga dampak proyek itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Menurutnya, DPRD Sumbar sebagai pengawas anggaran tidak dapat memantau setiap pekerjaan eksekutif. Melainkan hanya mengawasi secara umum dan global. “Tidak mungkin anggota DPRD mengunjungi setiap pekerjaan teknis ini tiap hari, ini adalah tanggung jawab eksekutif,” ulasnya.
Sebelumnya, ada informasi pembangunan batu grib pemecah ombak Pantai Sasak, Pasaman Barat tidak sesuai spesifikasi. Kemudian DPRD Sumbar langsung melakukan peninjauan ke lokasi. Termasuk PSDA Sumbar dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PSDA Sumbar, Ali Musri mengatakan, kerusakan disebabkan bencana alam. Sebab, gelombang laut yang tinggi akhir-akhir ini menyebabkan konstruksi grib yang baru jadi roboh. Selain itu kondisi pemasangan yang di luar penghitungan teknis.
“Ini ada pasir, karena gelombang yang mengangkat pasir ke grib, akibatnya separoh konstruksi grib tertimbun pasir. Coba perhatikan posisi sebelahnya, tidak ada pasirnya,” sebut Ali.
Kunjungan tersebut diikuti anggota komisi III DPRD Sumbar, yakni, Ketua Komisi, Yulman Hadi, H.M Nurnas, Buzarman dan Arkadius Dt. Intan Bano. Sedang dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) hadir, Kepala Di nas PSDA, Ali Musri dan PPK.
Pembangunan batu grib Pantai Sasak itu menelan anggaran Rp10 miliar lebih, APBN Rp7,9 ditambah APBD. Anggaran dari APBN dikelola Balai Wilayah Sungai Sumatera V, sedang APBD dikelola oleh Dinas PSDA.
Sedangkan untuk memperbaiki konstruksi batu grib yang rusak tersebut, Balai Wilayah Sungai meminta rekanan kontraktor untuk memperbaiki kembali. Sebab, proyek itu masih dalam masa pemeliharaan. “Kita minta perbaiki lagi pada kontraktor, sekarang masih masa pemeliharaan, berakhirnya akhir Juni ini. Akan kita perpanjang masa pemeliharaan,” sebut Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Adek Rizaldi. (401)

Categorised in:

No comment for Rusak dalam Masa Pemeliharaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>