Saat Korban KDRT Mencoba Bangkit dari Keterpurukan

Peserta pelatihan memasak sedang sibuk meramu aneka bahan yang disediakan panitia. Mereka merupakan perempuan rawan ekonomi dan korban kekerasan dalam rumah tangga. (Yuke)
Peserta pelatihan memasak sedang sibuk meramu aneka bahan yang disediakan panitia. Mereka merupakan perempuan rawan ekonomi dan korban kekerasan dalam rumah tangga. (Yuke)

 

PADANG – Dewasa ini banyak kaum Hawa yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Rata-rata mmereka rawan ekonomi, hidup dengan segala keterbatasan. Tak banyak yang bisa mereka lakukan, untuk memperjuangakan haknya.

Namun melalui program-program pemerintah sebagian dari mereka berusaha bangkit dari keterpurukan. Seperti halnya Sumirah, (35).

Dia merupakan salah satu korban KDRT. Hari-hari yang ia lalui begitu sulit. Suami sebagai pelindung, justru memperlakukannya dengan kasar. Hingga dia menderita lahir batin. Namun hari sulit yang dia lewati sedikit berubah tatkala dia bergabung dengan korban KDRT lain, saat mengikuti kegiatan yang diselenggakan pemerintah.

Salah satunya Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPr-KB) Sumbar.

“Rasa sakit dan lelah saya sedikit berkurang saat berkumpul bersama teman senasib. Kalau di rumah bawaan saya murung saja. Tak ada kebahagiaan yang saya rasakan,” sebutnya kepada Singgalang, saat mengikuti pelatihan memasak aneka makanan, berlokasi di SMKN 6 Padang, akhir pekan lalu.