Saatnya Waduk Koto Panjang Dikeruk

Waduk Koto Panjang. (kamparkab.go.id)
Waduk Koto Panjang. (kamparkab.go.id)

SARILAMAK – Kemungkinan waduk PLTA Koto Panjang di Riau mengalami sedimentasi hingga menyebabkan banjir hebat di Limapuluh Kota beberapa waktu lalu, mulai menemui titik terang.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit memastikan, pihaknya sudah meminta Balai Sungai III di Riau dan Balai Sungai V Sumatera Barat, utuk duduk bersama menuntaskan standar debit air dan sistem buka-tutup pintu waduk PLTA tersebut.

“Artinya, nanti akan ada pembicaraan antara Gubernur Riau dengan Gubernur Sumbar. Tentu kita selesaikan secara komprehensif. Tidak ada yang dirugikan. Baik masyarakat Sumbar di Limapuluh Kota, maupun Riau,” kata Nasrul Abit, Senin (13/3).

Hal ini diungkapkan bekas Bupati Pesisir Selatan tersebut, saat membawa puluhan pejabat Pemprov Sumbar, memonitor proses tanggap darurat pasca bencana banjir dan longsor di pokso utama penanggulangan bencana Limapuluh Kota, di eks kantor bupati, kawasan Payakumbuh.

Belum tiba di Pangkalan, rombongan Wagub Nasrul Abit mendapat kejutan dari Bupati Irfendi Arbi dan Komandan Satuan Tugas Tanggap Darurat AKBP Bagus Suropratomo. “Tahu-tahunya, hari ini tanggap darurat sudah selesai. Saya berkesimpulan, Pemkab dan Satgas bekerja cepat. Salut,” kata Nasrul Abit.

Kembali ke persoalan dugaan debit air PLTA Koto Panjang tidak dikontrol, diyakini tidak sedikit material hasil pelapukan dan erosi oleh air, angin, atau gletser yang mengendap di waduk PLTA Koto Panjang. “Pemkab mendesak, agar dilakukan pengerukan. Sehingga stabil lagi,” kata Bupati Irfendi, menimpali komentar Wagub. (bayu)