Sampel Garam Diduga Bercampur Kaca Dikirim ke Disperindag Sumbar

Ilustrasi. (antara)
Ilustrasi. (antara)

PADANG – Kepala Dinas Koperindag dan UKM Kota Solok, Dedi Asmar, Senin (28/8) mengatakan sampel garam yang diduga berbahan kaca itu telah dikirim ke Disperindag Sumatera Barat.

“Sampel sudah kami kirim ke provinsi, sebab pabrik pembuat garam ada di Padang. Kalau terbukti garam tersebut tak layak pakai, maka garam tersebut akan ditarik dari pasar,” Dedi.
Sementara, Plh, Kepala BBPOM Padang, Anton Asdi yang dihubungi Singgalang mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pengujian terhadap garam yang diduga mengandung kaca tersebut.
“Untuk mengetahui kebenaran zat yang terkandung dalam garam tersebut memang butuh uji labor,” katanya.
Yang jelas kata dia, biasanya garam seperti pecahan kaca itu adalah garam impor. Salah satunya dari Australia. Garamnya memang dikemas seperti kristal dan seolah seperti kaca. Namun garam tersebut kualitasnya lebih baik dibanding garam biasa atau garam lokal.
Hanya saja, di kemasan garam yang dibeli warga Solok tersebut diproduksi pabrik yang ada di Padang. Pihaknya pun telah memeriksa garam di pabrik yang terletak di kawasan By Pass Padang. Namun tak ada yang berbentuk kristal seperti temuan warga Kota Solok tersebut.
Garam kristal, kata Anton lebih jauh, memang harus dilarutkan dengan air panas dengan jumlah banyak. Jika tidak, garam itu memang tak akan larut seperti garam biasa.
Namun, yang jelas kata dia, setiap laporan dari masyarakat akan ditindak lanjuti petugas. Sehingga tak ada rasa kuatir dalam mengkonsumsi atau menggunakan produk-produk yang beredar dimasyarakat.
“Kami apresiasi pada masyarakat yang berani melapor. Jika tak ada yang melapor, tentu petugas tidak akan tahu apa yang terjadi dimasyarakat,” ulasnya. (yuke/Oki)