Santri Pesantren Serambi Mekah Padang Panjang Aksi Damai

Ratusan santri dan tenaga pengajar PTSM Padang Panjang menggelar aksi longmarch mendesak polisi tangkap Ahok. (jasriman)
Ratusan santri dan tenaga pengajar PTSM Padang Panjang menggelar aksi longmarch mendesak polisi tangkap Ahok. (jasriman)

PADANG PANJANG  – “Aksi Damai Penjarakan Ahok” pada Jumat (4/11) siang ini tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga di Padang Panjang. Aksi tersebut digelar ratusan santri dan tenaga pengajar Pesantren Terpadu Serambi Mekah (PTSM).

Hanya saja, aksi mereka tidak berbentuk demo ke balaikota, DPRD, polres atau kantor pemerintahan lainnya, melainkan longmarch keliling kota. Longmarch dimulai dari kampus mereka di Ngalau, terus ke Jalan Sudirman, Lapangan Kantin, kembali ke Jalan Sudirman dan berakhir di kampus PTSM.

Sebelum longmarch, para santri melaksanakan Shalat Jumat di masjid pesantren tersebut. Salah seorang tenaga pengajar Herman Siregar yang bertindak selaku khatib secara khusus membicarakan Surat Al-Maidah ayat 51 yang dilecehkan Ahok.

Aksi longmarch yang berlangsung damai itu dikawal langsung Wakapolres Kompol Sukar Priono di barisan depan dan Kapolres AKBP Cepi Noval di barisan belakang. Kapolres dan jajaran mengaku senang dengan yang berlangsung damai.

“Kami apresiasi aksi damai yang digelar keluarga besar PTSM. Memang seperti inilah mestinya warga negara dalam menyampaikan aspirasi,” kata Kapolres.

Kepala SMA Uswatun Hasanah PTSM Suhefriandi mengatakan aksi tersebut dalam rangka dukungan solidaritas terhadap Ormas Islam se Indonesia yang melakukan aksi meminta polisi mengusut Ahok yang telah menistakan agama Islam.

“Kami tidak sempat bergabung dengan umat Islam melakukan aksi damai di Jakarta. Karenanya, sebagai bentuk solidaritas kami menggelar aksi di Padang Panjang ini,” katanya.

Dalam aksi longmarch itu ratusan santri dan tenaga pengajar PTSM membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi antara lain “Tangkap Penista Agama, Tangkap AHOK, Proses Sesuai Hukum Yang Berlaku“ dan pesan lainnya. Di sepanjang rute mereka juga meneriakan takbir dan kalimat tangkap Ahok. (jas)