Satu Korban Meninggal, Sumbar KLB Difteri

Ilustrasi. (*)

PADANG – Sumbar dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus difteri. Untuk itu, kepada orang tua harus memastikan anaknya mendapatkan imunisasi.

“Sesuai Permenkes 1501, setiap satu kasus dianggap kejadian luar biasa (KLB), dengan itu Sumbar sudah KLB. Untuk itu kita imbau orang tua dapat memberikan imunisasi lengkap pada anaknya,”pesa Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday dalam pers rilis tertulis, Senin (11/12/2017).

Disampaikannya, karena dianggap KLB, Pemprovmelalui Dinas Kesehatan Sumbar sudah melakukan pemeriksaan terhadap pada kontak yang dianggap terserang difteri. Semua kontak pada kasus, sudah diberikan obat anti biotik selama 7 hari. Semua kasus difteri sudah ditangani.

Catatan Dinas Kesehatan dari Januari – November 2017, ada 23 orang masyarakat di Sumbar yang terdeteksi terjangkit difteri. Kasus itu tersebar pada, Padang 11 kasus, Solok Selatan 2 kasus, Limapuluh Kota 3 kasus, Pessel 1 kasus, Padang Pariaman 1 kasus, Pasaman Barat 1 kasus, Agam 1 kasus, Tanah Datar 1 kasus, Bukittinggi 1 kasus dan Kota Pariaman 1 kasus.

Dari 23 orang yang terdeteksi difteri itu, 21 orang di antaranya dinyatakan negatif difteri. Sementara sisanya 2 orangnya lagi dinyatakan positif difteri, yang berada di Solok Selatan dan Pasaman Barat. Di Pasaman Barat, korban meninggal dunia (karena korban juga mengalami gangguan tumbuh kembang dan kurang gizi).

Disebutkannya, 21 orang yang dinyatakan negatif difteri itu tetap mendapatkan upaya penanganan seperti imunisasi. Baik itu imunisasi dasar maupun lanjutan melalui drop out follow up (DOFU).

Merry menyampaikan dan menghimbau kepada masyarakat, apabila ditemukan pihak keluarganya ada gejala demam, batuk, pilek, sesak napas disertai ada membran pada mukosa hidung atau tenggorokan (pseudo membran), maka diminta untuk dibawa ke rumah sakit terdekat, seperti spesialis anak. (yose)

Loading...