Sejumlah Organisasi Usaha Tolak Minang Mart

Ilustrasi. (*)
Ilustrasi. (*)

PADANG – Sejumlah organisasi usaha perdagangan di Sumbar keberatan dengan terlibatnya PT Ritel Minang Modren (RMM) pada Minang Mart. Mereka menuntut Minang Mart, kembali ke konsep awal.

Hal itu disampaikan sebanyak 60 perwakilan pengusaha dilima Organisasi usaha yang ada di Sumbar. Pertemuan tersebut digelar pada Senin (14/11) untuk menyikapi, rencana peresmian Minang Mart yang akan dilakukan pada 18 November 2016 mendatang.

Rapat tersebut dihadiri Ikatakan Pedagang pasar Indonesia (IKAPPI) yang diketuai Muhammad Yani, Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) Sumbar yang diketua oleh Firdaus, Asosiasi Pedagang P&D Kelontong  (AP2DK) yang diketuai oleh Guspardi Gaus, Asosiasi Pedagang Ritel dan Grosir (APRIS) Sumatera Barat oleh Sepriadi, dan Paguyuban Pedagang Maju Basamo Kota Padang Suryadi Issa.

“Kami mengambil sikap menolak Minang Mart berada di Padang khususnya Sumbar umumnya, serta menuntut untuk kembali ke Komitment awal tidak melibatkan pihak swasta di dalamnya,”pinta Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sumbar, Fidaus.

Mereka sepakat agar DPRD Sumbar, untuk menanggil pengelola Minang Mart, serta tiga BUMD yang awalnya untuk menjadi pengelola tersebut. (yose)