Sekdako Padang Panjang Mengundurkan Diri

perusahaan

PADANG PANJANG – Kabar mundurnya Edwar Juliartha sebagai Sekdako Padang Panjang yang beredar luas di kalangan pejabat dan PNS setempat satu minggu terakhir ini, ternyata bukan isapan jempol belaka. Pejabat yang didatangkan dari Palembang 1,5 tahun yang lalu itu ternyata benar telah mengundurkan diri.

“Saat ini saya menunggu persetujuan beliau,” kata Edwar Juliartha menjawab pertanyaan Singgalang di rumah dinasnya, Kamis (20/4) siang.

Pejabat yang juga seorang guru besar (profesor) itu enggan mengungkapkan alasan mundur.

Kabar mundurnya Edwar sebenarnya sudah mulai muncul sejak satu bulan belakangan. Sejumlah pihak menyebut hubungannya dengan walikota tidak harmonis, sehingga ia merasa tidak nyaman menjalankan tugas.

Sinyal itu semakin menguat dalam dua minggu terakhir, menyusul tindakan walikota mempreteli jabatan tambahan dan fasilitas sekdako. Jabatan tambahan yang ditarik adalah ketua dewan pengawas PDAM, sedangkan fasilitas yang ditarik adalah mobil dinas BA 6 N.

Dengan mundurnya Edwar, maka sudah dua orang yang mundur sebagai sekdako di era kepemimpinan Hendri Arnis. Sebelumnya sekdako yang mundur adalah Muzwar, pejabat senior yang dibawa Hendri Arnis dari Tanah Datar.

Sejak dilantik menjadi walikota pada 1 Oktober 2013, Hendri Arnis sudah punya tiga orang sekdako defenitif. Selain Edwar dan Muzwar, satu sekdako lainnya adalah Budi Hariyanto. Namun ia tidak mundur, tapi pensiun. (jas)