Selamat Jalan Ibnu Hayat….

Ilustrasi (okezone)
Ilustrasi (okezone)

PASAMAN – Kabar duka menyelimuti awak media di Pasaman. Seorang wartawan senior, Ibnu Hayat telah berpulang ke sisi-Nya, Kamis (27/10). Kabar kepergian wartawan Singgalang sekitar pukul 20.00 WIB itu memang mengejutkan.

Sebab, sebelumnya tidak ada tanda-tanda atau hal semacamnya yang mengisyaratkan ia bakal pergi untuk selamanya. “Saya terkejut sekali. Lantaran sorenya saya dan kawan-kawan masih berjumpa dan berdiskusi bersama di gedung DPRD Pasaman. Tak tahunya, malam hari kabar ini pun muncul. Kamipun berduka,” kata Riki Hendra, wartawan Rakyat Sumbar.

Ketua PWI Pasaman Atos Indria didampingi mantan ketua, Ris menjelaskan, kepergian Ibnu Hayat ini diakibatkan kejadian yang di luar dugaan.

Diceritakan, sebelumnya Ibnu Hayat hendak menjemput anak di rumah orangtuanya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Baru saja sampai di depan rumah, tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang menggigit kakinya.

“Karena suasana gelap, secara refleks menyepakkan kakinya agar binatang yang mengigit terlepas. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan ke rumah orangtuanya. Kronologis kejadian ini kami dengar dari keluarga korban,” kata Atos.

Sampainya di rumah orangtuanya, ia menceritakan perihal binatang yang mengigitnya kepada keluarga. Sangkaannya yang mengigitnya adalah kelabang. “Ia bercerita kepada pihak keluarga kalau ia pusing, serta ada kelabang yang mengigit kakinya. Saat merasa pusing itulah, beliau hendak tiduran berharap pusing yang didera sedikit berkurang,” jelas Ris melanjutkan.

Akan tetapi, baru saja hendak berbaring, tubuhnya tiba-tiba roboh. Tak lama kemudian ia pingsan dan mulutnya mengeluarkan buih. “Pihak keluarga pun melarikan ke rumah sakit Yarsi Lubuk Sikaping. Akan tetapi, nyawanya tak lagi tertolong. Setelah diperiksa dokter, ternyata ada jejak gigitan ular di kaki almarhum. Diduga keracunan bisa ular inilah penyebab kepergian Ibnu hayat,” jelas Ris. (chandra)