Sempat Kritis, Balita Korban Bom Samarinda Akhirnya Meninggal

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

JAKARTA – Seorang balita korban bom molotov berdaya ledak rendah di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia pagi ini.

“Korban atas nama Intan Olivia meninggal subuh tadi pukul 03.05 WIB,” kata Direktur RSUD A Wahab Sjahranie, dr Rachim Dinata, ketika dikonfirmasi Okezone, Senin (14/11).

Rachim menjelaskan, penyebab meninggalnya Olivia karena luka bakar 78% yang diderita dan berakibat pada infeksi terhadap saluran pernapasannya.

“Luka bakar 78% menyebabkan trauma inhalasi paru. Luka bakar di atas 45%, dewasa saja banyak yang tidak tertolong, apalagi bayi 78%,” sambung dia.

Selain itu, kata Rachim, Olivia juga banyak menghirup asap saat kejadian. “Infeksi yang meluas dan trauma inhalasi, parunya bengkak. Kemudian menghirup asap parunya terkena,” terangnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Agus Rianto. “Pagi sekira pukul 03.05 WIB atas nama Intan Marbun Olivia, 2,5 tahun, karena luka bakar 78% dan infeksi saluran pernapasan,” katanya. (lek)

agregasi okezone1