Senjang, Kualitas Perguruan Tinggi di Jawa dan Sumatera

Ilustrasi (okezone.com)
Ilustrasi (okezone.com)

PADANG – Kesenjangan mutu dan kualitas lulusan pendidikan tinggi di Indonesia masih terlalu tinggi. Apalagi kesenjangan antara Jawa dan Sumatera yang terlalu jauh.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur ketika menjadi pembicara dalam kegiatan seminar ekonomi bisnis, akuntasi dan ilmu sosial di Padang, Jumat, (13/10).

Menurutnya, dengan kesenjangan itu, mengakibatkan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) didominasi oleh perguruan tinggi di Jawa. Akibatnya, pada penerimaan yang dibuka pemerintah, diperoleh oleh lulusan Jawa lebih banyak.

Dirincinya, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), serta Mahkamah Agung telah membuka rekrutmen CPNS. Formasi di Kemenkumham 17 ribu lebih, pendaftarnya 1,3 juta orang. Kemudian untuk calon hakim, formasinya 1.600, pendaftar mencapai 30 ribu orang. Namun berdasar hasil tes, yang lulus kebanyakan pendaftar masih didominasi dari pulau Jawa.

“Saya keliling waktu tes CPNS Kemenkum HAM. Dari 1,3 juta peserta yang mengikuti tes kompetensi dasar pada 14 Kantor Wilayah Badan Kepegawaian Nasional, ternyata tingkat kelulusan masing-masing wilayah sangat beda. Jogjakarta tingkat kelulusannya 24 persen. Sumatera Barat lebih kurang 4 persen, Aceh 3 persen, Papua hanya 1 persen. Gap mutu pendidikan kita per wilayah sangat tinggi,” paparnya. (yose)