Serap 1.000 Tenaga Kerja, 1.200 Produk UMKM Sumbar Dijual di Transmart

Parkir membeludak saat pembukaan Transmart. (desrian)
Parkir membeludak saat pembukaan Transmart. (desrian)

PADANG –  Dalam mendukung ekonomi kerakyatan, Transmart Padanng menampung sebanyak 1.200 produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah jika produk UMKM yang lainnya juga masuk ke perusahaan ritel tersebut.

“Saat ini baru 1.200 produk, itu dari Padang saja. Belum masuk dari daerah lain seperti Bukittinggi, Tanah Datar, Pesisir Selatan dan lainnya. Jumlah tersebut pasti bertambah. Kita memberi apresiasi kepada Transmart yang membuktikan komitmennya mau bekerjasama dengan UMKM di Sumbar,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit usai membuka gerai Transmart ke-97 di Padang, Jumat (19/5).

Disebutkannya selain bersinergi dengan UMKM di Sumbar, Transmart juga sudah menampung sekitar 1.000 tenaga kerja sehingga menghidupkan perekonomian Sumbar. Di samping itu, kehadiran Transmart diharapkan mampu menambah wisatawan berkunjung ke Sumbar.

Presiden Direktur PT Trans Retail Indonesia Shafie Bin Syamsuddin mengatakan untuk gerai ke-97 ini, pihaknya sudah menanamkan investasi mencapai Rp500 miliar. Hal itu dipastikan akan menggairahkan perekonomian Sumbar. Pasalnya, ada sekitar seribu tenaga kerja baru yang direkrut kemudian adanya pasar bagi UMKM Sumbar sehingga dipastikan adanya perputaran perekonomian.

Transmart memakai konsep berbelanja, bersantap, bermain dan menonton. Semuanya ada di satu kawasan bangunan yang terintegrasi berkualitas tinggi dengan pelayanan terbaik dari seluruh karyawan sesuai dengan ekspektasi pelanggan.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Walikota, Emzalmi mengatakan, Kota Padang siap menampung investor. Setelah Transmart, Kota Padang juga siap menampung ritel besar lainnya. “Silakan, kita siap, kita tidak pernah membatasi investor,” ujarnya.

Terkait dengan tata ruang dan wilayah, menurut Mahyeldi, peruntukan Jalan Khatib Sulaiman, tidak hanya untuk perkantoran, namun juga bisa untuk bisnis. Oleh sebab itu, banyak usaha-usaha bisnis yang hadir di Khatib Sulaiman.

“Tidak menyalahi aturan jika hadir untuk bisnis, tidak ada aturannya seperti itu. Kalau kemacetan, sekarang kan hanya karena pembukaan saja, nanti juga akan tertata dan teratur kembali,”ujarnya.

Peresmian tersebut dihadiri pemilik Transmart, Chairul Tanjung beserta istrinya Anita Chairul Tanjung, mantan Menteri Pendidikan dan Menteri Komunikasi dan Informatika M Nuh, Walikota Mahyeldi, Wakil Walikota Emzalmi, unsur Forkompinda Sumbar dan Padang serta tokoh masyarakat Sumbar lainnya. (yose)