Sering Konsumsi Buah dan Sayur Kurangi Resiko Penyakit Kardiovaskular

Ilustrasi (okezone)

PENYAKIT kardiovaskular, terutama jantung jumlah penderitanya kian tahun meningkat. Tapi penyakit itu dapat dicegah dengan rutin mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

Sayangnya, kebiasaan baik ini tak banyak diterapkan oleh penduduk Indonesia. Hampir 93,5% orang tidak makan buah dan sayuran segar.

Disebutkan para ahli, dampak dari tidak membiasakan diri hidup sehat yakni bisa menimbulkan penyakit kardiovaskular. Padahal beban dari penyakit ini jumlahnya semakin bertambah.

“Semakin jarang makan sayur dan buah, semakin tinggi orang kena penyakit kardiovaskular,” ujar Spesialis Gizi Klinik dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK di sela BRAND’S Health Award 2017 Mewujudkan #GenSehatCerdas Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/).

Penyakit kardiovaskular yang kini banyak diderita orang yakni jantung dan stroke. Penyakit itu tak lagi melanda orang tua, tetapi kalangan usia produktif pun bisa mengalaminya.

Tak hanya itu, dampak dari kebiasaan tidak makan buah dan sayuran dalam sehari yakni bisa membuat seseorang mengidap diabetes. Prevalensi penyakit gula ini juga tinggi dan harus bisa dicegah.

Dalam sehari, sebenarnya seseorang disarankan makan ragam buah dan sayuran sekira 400 gram atau minimal 5 porsi dalam sehari.

Apabila Anda mengonsumsinya setiap hari, dokter sudah menjamin bisa menurunkan risiko penyakit degeneratif tersebut. Sayangnya, telah terjadi pergeseran kebiasaan orang untuk hidup sehat, terutama dalam memilih makanan yang dikonsumsinya.

Saat ini, ungkap dr Fiastuti, orang Indonesia lebih suka makanan bercitarasa asin dan manis berlebihan. Padahal dampaknya semakin memperbesar risiko penyakit yang mematikan di usia muda.

“Kalau makan sayur dan buah yang banyak bisa terjadi pergeseran diabetes. Ada jurnal penelitian dan itu harus dilakukan siapapun. Sayangnya, 93,5% orang di Indonesia jarang makan buah dan sayuran,” tutupnya mengutip dari okezone. (aci)