Sifa Mendadak Buta karena Tumor Otak

Sifa saat menjalani pemeriksaan tim dokter. (*)

NASIB kurang beruntung dialami Syaidah Fajriah atau biasa dipanggil Sifa. Bocah perempuan berusia delapan tahun yang beralamat di Jorong Darek, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar itu, tidak bisa menikmati masa kecil layaknya anak seusianya.

Hasil pemeriksaan radiologi CT scan dari Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi, kebutaan yang dialami mendadak sejak 20 Desember lalu karena adanya jaringan tumor otak di kepala bocah yang lincah dan periang ini.

Kabar hasil pemeriksaan ini disampaikan oleh Ketua Umum Perantau Simawang Saiyo Pusat, M. Nur Idris usai mendampingi Sifa diperiksa di RSAM Bukittinggi, Selasa (9/1).

Lebih lanjut M. Nur Idris menerangkan, awalnya Sifa dibawa ke RSUD Padang Panjang dengan keluhan mengalami kebutaan mendadak, Senin (8/1). Dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Padang Panjang disarankan agar Sifa diperiksa CT scan ke RSAM Bukittinggi, karena dokter melihat ada gangguan pada jaringan syaraf mata Sifa.

“Kemaren saya dan keluarganya bawa konsul ke dokter RSUD Padang Panjang, dan dokter menyarankan agar di-CT scan. Ternyata benar hasilnya di RSAM menyebutkan bahwa Sifa buta karena ada tumor di kepalanya yang mengganggu syaraf mata,” ujar M. Nur Idris.

Sebelum diperiksa ke RSAM, M. Nur Idris yang juga Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi itu mengajak Sifa dan keluarga ke Kantor DPRD Bukittinggi yang pagi itu akan melakukan rapat paripurna. Kata Idris, spontan saja berinisiatif menjalankan kotak sumbangan untuk Sifa kepada kawan-kawan DPRD Bukittinggi, walikota dan pimpinan OPD yang hadir di aula rapat. Hasilnya lumayan terkumpul bantuan Rp2,7 juta.

“Saya menunggu Sifa dan keluarga dari kampung untuk pemeriksaan di RSAM di kantor DPRD  Bukittinggi. Nah, mumpung rapat paripurna belum dimulai saya jalankan kotak sumbangan. Alhamdulilah mulai walikota dan anggota dewan serta staf Pemko Bukittinggi ikut menyumbang dapat juga Rp2,7 juta,” ujar M. Nur Idris mengaku senang orang Bukittinggi membantu Sifa.

Nur Idris mengaku walau sedikit senang bisa membantu Sifa, namun politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini tidak menyembunyikan kesedihannya ketika mendengar bahwa penyebab kebutaan yang dialami Sifa karena adanya tumor otak.

“Waduh saya benar-benar lemas mendengar keterangan dokter tentang hasil CT scan ini. Kasihan saya lihat Sifa, anak sekecil ini mengalami nasib yang kurang baik kesehatannya. Kalau dilihat sepintas dia biasa-biasa saja, masih ketawa dan melihat seperti normal. Namun sebenarnya dia tidak melihat kita,” ujar Idris dengan nada parau.

Nur Idris yang datang membawa Sifa ke RSAM Bukittinggi bersama Deswita, ibu dari Sifa didampingi Walijorong Darek, Firman juga bersedih mendengar penyakit yang dialami Sifa. Namun Idris dan Firman tetap menghibur Deswita agar selalu tabah.

Baik M. Nur Idris maupun Firman sangat berharap agar Sifa bisa sembuh kembali. Untuk itu keduanya berharap bantuan moril dan materil dari dermawan untuk membantu Sifa di samping bantuan perawatan yang kini sedang diusahakan oleh Pemerintahan Nagari Simawang dan Pemkab Tanah Dataruntuk mengurus jaminan kesehatan lewat BPJS. (asrial gindo)