Silek Bagoluk Lunau Angkat Tradisi Silek Tuo

Sedangkan silat Minangkabau atau lebih dikenal dengan Silek Minang adalah salah satu kebudayaan khas yang diwariskan oleh nenek moyang, sejak mendiami bumi Minangkabau pada zaman dahulu. Lelaki Minang yang pandai silek, akan memiliki iman dan taqwa yang tangguh.

Karena selalu diajarkan nilai-nilai agama dan adat istiadat oleh gurunya di surau, saat mereka belajar silek. Lelaki Minang adalah pesilat yang berbudi luhur, sosok yang mencintai sesamanya dan selalu memelihara kampung dari segala macam penyakit maksiat. Bahkan sudah tradisi dari dulu, ketika anak bujang akan pergi merantau mereka akan diisi dengan silek ini.

Dalam bersilat atau basilek, mereka tidak hanya dilatih di daratan saja. Tapi juga dilatih di dalam sawah yang berlunau. Hal ini dilakukan untuk menguatkan kuda-kuda basilek tadi. Dan budaya inilah yang yang dipertontonkan kepada masyarakat. Karena basilek ini sudah mulai hilang dari kebiasaaan masyarakat zaman sekarang.

Salah seorang koreografer muda Payakumbuh Andi Mardelim, yang terlibat dalam pertunjukkan ini, mengatakan, Silek Bagoluk Lunau akan dibawakan oleh komunitas Bengkel Seni Minanga Center. Silek Bagoluk Lunau ini dimainkan oleh empat anak nagori Payakumbuh yaitu Aji Perdana, M. Farid Yonaf, Shobry Dayulisman, dan Dio Reza Fahlevy. “Silek Bagoluk Lunau ini merupakan kearifan lokal, mengangkat tradisi Silek Tuo yang dimainkan di sawah dalam rangka memeriahkan pasca panen,” ujar Andi.