Sopir Pembawa 26 Warga Bangladesh yang Ditangkap di Dumai Berdomisili di Padang

DUMAI – Polantas Polres Dumai, Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 26 warga asing asal Bangladesh saat menggelar operasi kendaraan di Jalan Soekarno Hatta, Rabu (14/9).

Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting menyebutkan, para imigran asing ini diamankan polisi saat melintas di depan Mapolsek Dumai Timur dengan menumpangi dua mobil.

Dua sopir mobil diketahui bernama Amir Mahmud (35), warga Dusun IV Suka Maju Desa Kapau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, dan Abu Sayed (42) WNA Bangladesh beralamat di Desa Gurun Laweh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumbar.

Dikatakan, polisi awalnya menghentikan satu unit mobil L300 pikap warna hitam yang disopiri Amir Mahmud, dan setelah diperiksa ternyata membawa 17 orang warga asing Bangladesh.

Kemudian, melintas mobil kedua APV Suzuki warna biru metalik dengan sopir Abu Sayed, dan dihentikan petugas dan dilakukan pemeriksaan mendapati sembilan warga Bangladesh lagi.

Puluhan WNA ini masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta. Sebanyak tiga orang pada 1 September, dua orang 7 September dan 20 orang pada 31 Agustus lalu. Sedangkan satu warga lagi tidak memiliki paspor.

“Sopir warga Bangladesh diketahui masuk ke Indonesia sejak 2009 lalu melalui Bandara Minangkabau dan mengantongi kartu izin tinggal tetap hingga tahun 2020 mendatang,” terang Donald.

Rencananya 26 imigran gelap ini akan berangkat ke Malaysia secara ilegal melalui Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai Dumai.

Mereka sebelumnya baru tiba di Kota Duri Kabupaten Bengkalis dari Jakarta sekitar pukul 12.00 WIB tadi, dan berangkat ke Dumai menumpangi Bus ALS serta dijemput salah seorang sopir atas suruhan Ali yang kini masih dalam pengejaran polisi.

“Sopir dibayar Rp700 ribu untuk membawa masuk warga asing ini dari Duri dan saudara Ali kini masih dalam pengejaran aparat,” lanjut Kapolres.(aci)