Sumbar Menuju Destinasi Wisata Dunia

Menurut Camat Matur, Helton ketika pengerjaan jalan tersebut sedang berlangsung, Juli 2012, jalan itu sangat strategis sebagai upaya pengembangkan objek wisata sekitar Puncak Lawang, dapat menjangkau sejumlah objek wisata seperti Tigo Baleh Nan Basa,  Ambun Tanai, Lawang Park Adventur dan tembus di jalan raya Bukit­tinggi-Maninjau pada ruas Embun Pagi. Objek wisata tersebut terus tumbuh yang berdampak kepada berkembangnya usaha masyarakat  sekitar.

“Dengan seringnya event wisata dan ramainya pengunjung ke objek wisata di kitaran Puncak  Lawang, usaha masyarakat dengan membuka warung di pinggir jalan dengan jualan utama makanan bertumbuh subur, dan dengan diperlebarnya jalan ke objek wisata tersebut tentunya pengunjung akan lebih nyaman,” katanya.

Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra membenarkan, pengembangan kawasan Puncak Lawang dan pembangunan jalan ke sana didanai APBN. Itu tidak terlepas dari peran Mulyadi, wakil rakyat Sumbar. 

Bahkan untuk pembangunan infrastruktur di Agam mulai jalan, irigasi, pengamanan abrasi hingga jalan lingkung, kakok tangan Mulyadi diakui masyarakat Agam.

Begitu pula, anggota DPRD Sumbar asal Agam, Nofrizon. Sepak terjang politisi Demokrat tersebut di Senayan untuk memperjuang­kan daerah Sumbar tidak perlu diragukan lagi. Semua dilakoni dengan baik sesuai dengan amanah yang diberikan rakyat Sumbar.

“Jadi kalau sekarang, banyak warga merespon dan mendukung Mulyadi sebagai calon gubernur, itu adalah bagian yang tidak bisa dipi­sahkan dari apa yang telah diperbuat pak Mulyadi selama ini buat daerah. Intinya, pak Mulyadi itu memegang amanah rakyat dan 

melaksanakannya dengan maksimal,” terang politisi yang manggung di DPRD Sumbar sejak 2009 ini.

Selain pengembangan kawasan Puncak Lawang, pelebaran jalan, Mulyadi juga memperjuangkan pembuatan marka jalan guard drill dan lampu jalan untuk ruas Sicincin-Malalak-Balingka termasuk jalan Kelok 44 juga dalam APBN. (pepen)