Supaya Banyak Dapat Dana, Ubah Jorong Jadi Desa

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Sumatera Barat sedikit mendapat dana desa karena mengubah nama desa menjadi jorong. Seandainya seluruh jorong yang ada sekarang masih bernama desa, maka alokasi dana desa untuk Sumbar akan besar. Kenyataannya tidak demikian, karena dana desa hanya bisa dicairkan untuk desa atau nagari.

Demikian disampaikan Deputi Pembangunan, Bappenas, Arifin Rudiyanto, ketika menjadi keynote speaker, pada acara seminar nasional perencanaan pembangunan inklusif desa-kota, di Convention Hall, Unand, Jumat (25/11).

Pengubahan desa menjadi jorong yang bernaung di bawah pemerintahan nagari merupakan keinginan pemerintah Provinsi Sumbar dulu, yang bertujuan untuk mempertahankan adat dan budaya Minang.

Dampaknya terasa sekarang ketika pemerintah meluncurkan program satu miliar satu desa, yang mana desa tersebut setara dengan nagari.

Saat ini Sumbar hanya menerima hampir Rp600 miliar. Dibandingkan daerah lain mencapai triliunan. Penyebabnya, anggaran itu diberikan berdasarkan jumlah nagari bukan jorong. Nagari dianggap setara dengan desa.(fil)