Tahanan Polres Padang Panjang Jadi Muallaf

Masundung Siahaan, mengucapkan dua kalimah syahadat, Kamis (18/10) di Mushala Baitul Khair Polres Padang Panjang. (jasriman)
Masundung Siahaan, mengucapkan dua kalimah syahadat, Rabu (18/10) di Mushala Baitul Khair Polres Padang Panjang. (jasriman)

PADANG PANJANG –  Salah seorang tahanan Polres Padang Panjang, Masundung Siahaan memutuskan masuk Islam. Pernyataan masuk Islam berupa ucapan dua kalimah syahadat ia ikrarkan, Rabu (18/10) siang di Mushala Baitul Khair Polres Padang Panjang.

Dipandu Kepala KUA Padang Panjang Timur, Masrizon, tahanan kasus uang palsu itu mengucapkan syahadatain di hadapan Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, Ketua DPRD Novi Hendri, Kapolres AKBP Cepi Noval dan puluhan orang lainnya.

Setelah bersyahadat, pria asal Toba Samosir itu mengumumkan penggantian namanya menjadi Ahsan Abdul Hadi Siahaan.

“Sungguh nama yang indah, semoga saudara kita akan menjadi muslim yang baik,” puji Buya Hamidi, muballigh yang memberi tausiyah singkat dalam acara itu.

Masundung atau Ahsan mengaku, keinginannya untuk masuk Islam sudah muncul sejak ia memasuki semester II di ISI Padang Panjang. Keinginan itu muncul setelah ia membaca terjemahan Alquran, lalu membandingkan dengan kitab suci agamanya terdahulu.

Meski sudah muncul sejak tahun pertama kuliah, namun karena tidak ada yang menuntunnya, keinginan itu tak langsung terpenuhi. Kasus uang palsu yang membuatnya ditahan Polres Padang Panjang justru mengantarnya menemui hidayah itu.

Walikota, ketua DPRD, kapolres dan Buya Hamidi mengucapkan selamat kepada Masundung alias Ahmad yang telah mendapat hidayah Islam. (jas)