Tak Ada Jaminan 2017 Tanpa Pemangkasan Anggaran

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

JAKARTA – Pemerintah telah melakukan pemangkasan anggaran sepanjang 2016, jumlahnya pun mencapai lebih dari Rp133 triliun. Lantas, apakah pada 2017 mendatang pemangkasan anggaran akan kembali dilakukan?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap anggaran sepanjang 2017 mendatang. Akan tetapi pemangkasan anggaran belum tentu dilakukan.

“Pemotongan anggaran kalau kita lihat dari sisi APBN, belanja itu sudah pasti dan penerimaan adalah proyeksi. Tentu pemerintah dalam bulan ke belakang kita lakukan estimasi pengurangan negara seakurat mungkin evaluasinya,” tuturnya di Hotel Aston, Bogor, Sabtu (26/11).

Selain itu Sri Mulyani juga menyoroti kondisi utang Indonesia yang sebagian besar didominasi oleh utang dalam negeri. Porsi utang luar negeri hanya mencapai 10%. Namun, Sri Mulyani mengaku belum dapat memastikan apakah pemangkasan anggaran tidak akan dilakukan sepanjang 2017 mendatang.

“Tapi ini adalah proyeksi. Ilmu ekonomi bukanlah fix science. Kalau ekonomi tetap sesuai dengan yang diasumsikan, kita harus capai sedekat-dekatnya dengan target. Kita harap itu tidak akan terjadi di 2017,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, ekonomi Indonesia memiliki pondasi yang sangat baik. Hanya saja, keadaan ekonomi Indonesia masih belum dapat dipastikan sepanjang tahun 2017 mendatang.

Gejolak ekonomi China masih menjadi pertimbangan utama pemerintah untuk melihat lebih jauh mengenai potensi penerimaan. “China selama 30 tahun dan itu dibangun melalui investasi dan impor maka China miliki cadangan devisa yang besar yaitu USD4 triliun. Tapi dia sedang melemah. Ini yang harus kita perhatikan,” tuturnya.

“Untuk itu, insentif non APBN, misalnya adalah prosedur melalui BPKM. Kita juga ada tax holiday tax allowance tetap kita berikan,” tukasnya. (aci)

agregasi okezone1