Tak Ada Lagi Ikan Asli Danau Maninjau

Danau Maninjau (antara foto)
Danau Maninjau (antara foto)
LUBUK BASUNG –Di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, ikan asli seperti asang sudah tidak ditemukan lagi. Namun hilangnya ikan-ikan asli tersebut datang ikan yang baru yang berkembang dengan cepat, di antaranya patin, udang berkulit tebal (lobster).
Jenis ikan tersebut tahan digempur tubo balerang, seperti dituturkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam Ermanto, Selasa (25/10),  lobster jenis ikan yang tahan terkena tubo balerang, karena mampu menyelamatkan diri memanjat mencari tempat ketinggian.
Asang, ikan asli Danau Maninjau. Rasanya enak, namun ada kemungkinan generasi muda daerah itu banyak yang tidak mengenal jenis ikan asli danau tektonik tersebut karena jenis ikan tersebut memang sudah sangat jarang ditemui.
Kalaupun ada yang masih tahu, itupun hanya sekadar kenal nama. Karena ikan jenis itu kini sudah langka di Danau Maninjau.  Gurinya rasa ikan asang itu, diabadikan dalam salah satu penamaan ruang hotel di kawasan Ambun Pagi, Kecamatan Matur.
Namun warga Salingka Danau Maninjau tidak perlu risau. Karena kini banyak jenis ikan baru di antaranya patin, bawal, sapu-sapu, lobster dan kerang (Sijing).
Menurut Erman Tanjung, mantan Wali Nagari Koto Kaciak, yang luar biasa perkembangan ikan saat ini adalah ikan patin. Karena itu jangan heran bila pemancing sering mendapatkan ikan patin seberat lebih dari 30 kg/ekor. Ikan patin juga pernah ditangkap nelayan tradisional Danau Maninjau dengan pukek seberat 30 kg. (lukman)