Tanggap Darurat Bencana di Limapuluh Kota Berakhir

Warga korban banjir mendapat bantuan. (bayu)
Warga korban banjir mendapat bantuan. (bayu)

SARILAMAK – Sepuluh hari pasca bencana di Limapuluh Kota, kondisi daerah setempat dipastikan sudah normal kembali. Masa tanggap darurat II yang sempat diperpanjang dari 9-16 Maret, mulai Senin (13/3) diakhiri. Pemkab diapresiasi.

“Alhamdulillah, kami dapat memastikan, kondisi sudah normal kembali,” kata Bupati Irfendi Arbi dan Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana AKBP Bagus Suropratomo, dalam konfrensi pers bertajuk “Kerugian Pasca Bencana” Minggu (12/3).

Dengan begitu kata Irfendi dan Bagus, masa tanggap darurat akan berganti dengan transisi pemulihan.

“Jadi, untuk tindaklanjutnya (transisi pemulihan,-red), kita serahkan ke masing-masing OPD,” imbuh Bupai dan Komandan Satgas Penanggulangan Bencana.

Kendati masa tanggap darurat II berhasil diakhiri lebih cepat dari waktu yang ditargetkan, namun Bupati memastikan, pihaknya dalam masa transisi pemulihan juga fokus melakukan trauma healing.

Sebelum Pemkab menerjunkan tim trauma healing, relawan Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) sudah bergerak lebih dahulu. “Banyak relawan yang membantu proses tanggap darurat. Saat ini masih proses pendataan.  Salah satunya, DDS mengirim 15 psikolog dan itu sejak hari kedua kejadian,” tutur Bupati.

Direktur Bantuan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Eko Budiman mengaku puas, atas kerja keras seluruh pihak dan Satgas Penanggulangan Bencana. “Apalagi, masa tanggap darurat bisa dipercepat, ini membuktikan kerja yang terukur,” kata Eko Budiman. (bayu)