Tembus USD60/Barel, Harga Minyak Mentah Awali 2018 di Level Tertinggi Sejak 2014

JAKARTA – Harga minyak mentah dibuka naik ke level tertinggi sejak 2014, dengan harga minyak mentah Brent dan WTI naik ke level tertinggi pertengahan 2015.

Selisih pasokan yang terus berlanjut, dipimpin oleh OPEC dan Rusia, serta permintaan yang kuat telah membuat harga menanjak.

Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) CLc1 naik 22 sen atau 0,4% ke USD60,64 per barel, dengan level tertinggi di USD60,68 per barel sehari sebelumnya. Sementara harga minyak mentah Brent LCOc1, naik 33 sen atau 0,5% menjadi USD67,20 per barel, setelah menyentuh level tertinggi Mei 2015 di USD67,23 per barel.

Ini adalah pertama kalinya sejak Januari 2014 kedua tolok ukur minyak mentah tersebut dibuka di atas USD60 per barel. Persediaan yang melemah mengimbangi kembalinya jaringan pipa Forties dan kembalinya produksi setelah pemadaman pipa di Libya.

Pasar minyak telah menguat, didukung oleh pengurangan produksi selama setahun yang dipimpin oleh Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC) yang didominasi oleh Timur Tengah dan Rusia. Pemotongan dimulai pada Januari 2017 dan dijadwalkan untuk mencakup seluruh 2018.

Pertumbuhan permintaan yang kuat, terutama dari China, juga telah mendukung minyak mentah. Persediaan minyak mentah komersial AS telah turun hampir 20% dari puncak tertinggi mereka pada Maret lalu, menjadi 431,9 juta barel.

Hanya produksi A.S. yang naik, yang hampir menembus 10 juta bpd, agak menghambat prospek ke 2018. Produksi minyak AS telah meningkat hampir 16% sejak pertengahan 2016, menjadi 9,75 juta bpd pada akhir tahun lalu. (aci)

Loading...