Tentara Ajak Warga Budayakan shalat Berjemaah

Kapten Irfandri, menjadi imam Shalat Maghrib berjemaah. Warga Tanjung Kandis, ramai mengikuti shalat berjemaah di mushalla setempat. (niko)
Kapten Irfandri, menjadi imam Shalat Maghrib berjemaah. Warga Tanjung Kandis, ramai mengikuti shalat berjemaah di mushalla setempat. (niko)

PAINAN – Personel TNI yang tergabung dalam pasukan TMMD ke 97 di Kampung Tanjung Kandis, Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Pesisir Selatan juga taat menunaikan shalat berjemaah.

“Kekuatan fisik terus dijaga. Kekuatan hubungan antar sesama manusiapun jangan sampai terpecah. Akan tetapi  kekuatan iman yang menghubungkan antar manusia dengan penciptanya adalah hal utama,” kata Kapten Irfandri, Perwira Pembinaan Mental dari Batalion 133 Yudha Sakti yang menjadi imam pada Shalat Maghrib di Mushalla Tanjung Kandis.

Pantauan Singgalang di lokasi, para pembela dan penjaga NKRI tersebut tidak hanya melakukan kegiatan sosial, namun mereka juga aktif melaksanakan kegiatan agama. Salah satunya dengan menumbuhkan budaya shalat berjamaah dengan warga setempat. Terlihat, pemuda, pemudi beserta warga setempat mulai meramaikan tempat ibadah.

Kapten Irfandri, yang bersuara merdu dalam melantunkan ayat ayat suci itu dengan khusyuk menjadi imam Shalat Maghrib.

Seusai shalat dan bersalam-salaman, ia bercakap-cakap dengan jamaah demi mempererat silaturahmi.

Beliau berpesan agar warga senantiasa meramaikan mushala atau mesjid sebagai tempat ibadah.

“Karena sekokoh apapun bangunan rumah ibadahnya tidak akan ada manfaatnya bila tak ada orang yang beribadah di dalamnya,” ucap dia.

Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan kepada warga agar memanfaatkan mushalla itu di hari-hari besar Islam. Seperti melakukan tabligh akbar, mengundang ustad untuk berceramah di mushalla.

Ia juga berpesan kepada remaja yang ikut shalat jemaah tersebut  agar jangan pernah terlibat dengan hal-hal yang merusak aqidah seperti narkoba, minuman keras, serta hal jelek lainnya.

Kepada orangtua, Kapten Irfandri mengingatkan agar perkembangan anak selalau menjadi  perhatian orangtua.

“Ajak mereka ke mushala dan memperkuat benteng agama. Yang tua jadilah teladan yang baik bagi anak-anak,” tukas dia.(niko)