Terbang ke Belanda dengan Garuda

belanda-1PESAWAT Garuda yang badagok itu bergerak menuju landasan pacu di Bandara Soekarno Hatta. Tak lama benar, cigin ke langit membelah malam. Ini Sabtu 1 Oktober 2016, saya ke Belanda lagi setelah hal yang sama 2006.

Terbang sebentar, pesawat dengan nomor penerbangan GA 88 itu, transit di Singapura. Pukul 12 malam (waktu setempat) Bandara Canghi masih ramai, meski kedai kopi sudah ditutup. Akhirnya duduk di depan gate B9 menunggu naik pesawat yang hendak membawa saya dan rombongan menuju Amsterdam, Belanda.
Setelah dikeker ulang segala bawaan oleh petugas, kami kembali naik pesawat yang sama. “Selamat datang kembali kata awak kabin,” pada saya.

Selanjutnya apa yang akan terjadi, tarjadilah. Pesawat sedikit berguncang-guncang dan saya menikmati sebuah film, kemudian tertidur pulas tentu tak sepulas tidur di kelas utama. Saya dan ratusan penumpang lain tidur sambil duduk, di depan, ya benar-benar tidur, bak di rumah sendiri.

Saya yang pulas dan baru bangun tatkala pesawat menyisir Laut Hitam. Tegak telinga saya karena serta merta seolah membawa saya ke ruang kelas 3 SMP tatkala kepala sekolah menggantikan guru yang tak datang. Sekejap saja selesai peta buta dibuat sang kepala sekolah. Ketika itulah saya tahu Laut Hitam.

Laut Hitam adalah laut yang terkepung. Penuh cerita dari zaman kuno. Kisah panjang umat manusia di laut miateti ini luar biasa. Laut ini ada antara Eropa tenggara dan Asia Kecil. Dia terhubungkan dengan Laut Tengah oleh Bosporus dan Laut Marmara, dan Laut Azov oleh Selat Kerch.

Laut Hitam memiliki wilayah 422.000 km persegi dan kedalaman maksimum 2.210. Ah sudahlah, saya hanya mencogok dari jendela pesawat jauh di langit.

Jarak antara Singapura dan Amsterdam sekitar 11 ribu Km itu kian dekat. Pesawat Garuda terbang terus sudah lebih setengah perjalanan, telah melewati kawasan Saudi Arabia ketika saya masih tidur. Lama perjalanan Singapura – Amsterdam 12 jam atau 14 jam dari Jakarta.

Saya dapat secangkir kopi panas dari pramugari Garuda dan makanan hangat, sarapan yang sebenarnya biasa-biasa saja, namun karena di pesawat, lain pula nikmatnya. (kj)