Tercemar, 17 Biota Endemik Danau Maninjau Hilang

Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau, Kabupaten Agam, ditimpa musibah, 100 ton ikan budidaya di KJA mati lemas tak berdaya. Selain disebabkan tubo balerang (Up Weling). (lukman)
Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau, Kabupaten Agam. (lukman)
PADANG – Sebanyak 17 biota endemik Danau Maninjau, Agam hilang akibat pencemaran dan banyak keramba jaring apung (KJA). Untuk itu diperlukan penanganan yang terkoordinasi untuk menyelamatkan Danau Maninjau.
Hal itu terungkap pada rapat Koordinas Penyelamatan Danau Maninjau bersama Pemerintah Kabupaten Agam, Rabu, (5/10) di Istana Gubernuran.
Turut hadir Wakil Bupati Agam Trinnda Farhan beserta SKPD yang tergabung dalam Tim Save Danau Maninjau. Rapat ini diikuti oleh Plt Kepala Bappeda Sumbar Retty, Kepala Bapedalda Sumbar Asrizal Asnan, Kepala DKP Sumbar Yosmeri, dan mewakili Prasjaltarkim Sumbar Chandra Mustika.
“Tercemarnya danau maninjau 91,44 persen dikarenakan oleh KJA dan ikan mati. Total KJA yang kami peroleh adalah mencapai 17.226 KJA, dimana 10.000 milik perorang dan sisanya 7 ribu lebih milik pengusaha”, ucap Edi Rusti dari Tim Save Danau Maninjau.
Dikatakannya, saat ini dari 57 endemik di danau maninjau yang tercatat, sekarang tersisa 40. Sebanyak 17 endemik asli maninjau dapat dikatakan hilang. (yose)