Ternyata Susu Kedelai Dapat Turunkan Tekanan Darah Tinggi dan Kolesterol

Ilustrasi. (*)
Ilustrasi (net)

JAKARTA – Para mahasiswa di Indonesia kini terus mengembangkan inovasinya di bidang kesehatan. Salah satu yang tengah diteliti oleh mahasiswa asal Yogyakarta adalah terkait fermentasi susu kedelai yang mampu menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol.

Mereka di antaranya Imroatus Sholikha, Rizka Hesti Anggraini, Farah Nadia Karima, Anggi Laksmita Dewi, dan Aprilia Ayu Sholihati Nafisah. Kelimanya tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Melansir dari laman UGM, Selasa (14/8), salah satu mahasiswa, Imroatus Sholikha mengatakan tingginya tekanan darah dan kadar kolesterol bisa menimbulkan beragam penyakit berbahaya seperti jantung dan stroke.

Susu kedelai sendiri jarang dilirik oleh masyarakat umum. Hal itu disebabkan oleh bau susu kedelai yang langu, begitu pula rasanya. Sehingga masyarakat umumnya lebih memilih susu sapi daripada susu kedelai.

Padahal, susu kedelai tersebut memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan susu sapi. Kelebihan itu di antaranya tak mengandung kolesterol, tidak menyebabkan alergi, dan cocok bagi penderita yang alergi terhadap laktosa. Selain itu, susu kedelai juga memiliki kandungan isoflavon.

Kandungan isoflavon sendiri merupakan salah satu antioksidan yang dapat mencegah atau menurunkan risiko penyakit metabolik seperti hipertensi dan hiperkolesterol.

Kemudian, para mahasiswa itu meneliti bahwa susu kedelai yang terfermentasi bakteri Lactobacillus plantarum Dad-13 bisa menurunkan tekanan darah tinggi dan juga kolesterol.

“Dengan difermentasikan, rasa dan bau langu yang terdapat pada susu kedelai pun berkurang. Penggunaan bakteri Lactobacillus plantarum Dad-13 diharapkan dapat meningkatkan kadar isoflavonnya,” tambah dia.

Penelitian ini kemudian akan dibawa ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2017 di Makassar. Bahkan, rencananya, penelitian ini juga akan diterbangkan ke Jepang untuk dipaparkan di World Congress on Nutrition, Food Science & Public Health di Tokyo, Jepang. (aci)

agregasi okezone1