Titik Longsor Bertambah, Camat Malalak Khawatikan Harga Sembako

Jalur jalan Malalak -  Bukittinggi dibersihkan dengan bantuan alat berat, beberapa waktu lalu. (maswir chaniago).
Jalur jalan Malalak – Bukittinggi dibersihkan dengan bantuan alat berat, beberapa waktu lalu. (maswir chaniago).

LUBUK BASUNG –  Ruas Jalan Sicincin Bukittinggi via Malalak hingga Jumat (6/1) sore masih belum dapat dilewati oleh kendaraan akibat ruas jalan tersebut ditutupi material longsoran sejak tiga hari lalu.

Bahkan jumlah titik longsoran dari Malalak hingga Balingka Kecamatan IV Koto terus bertambah.

“Setidaknya hingga saat ini diperkirakan sudah mencapai 11 titik longsoran sepanjang ruas jalan dari Malalak hingga Balingka itu,” ujar Camat Malalak Harmezi kepada Singgalang, Jumat (6/1) sore.

Pihaknya tidak dapat memperkirakan sampai kapan ruas jalan tersbut tertutup, karena kalau menggunakan dua alat berat yang saat ini sudah berada dilokasi diperkirakan sekitar tiga hari baru bisa disingkirkan material longsoran yang menutup badan jalan tersebut. Namun alat berat itu juga tidak bisa dioperasikan untuk menyingkirkan material longsoran itu, karena cuaca di lokasi masih hujan, berkabut dan angin juga cukup kencang.

Ia khawatir, akibat longsoran yang menutup badan jalan akan melambungkan bahan kebutuhan pokok di Malalak.

Sebab bahan kebutuhan pokok bagi warga Malalak umumnya dipasok dari Bukittinggi dan Pasar Padang Luar. Namun dengan tertutupnya jalan tersebut tentunya warga terpaksa berbelok melewati Sicincin Pariaman dan itu akan menambah ongkos.

Selain itu biaya ongkos para pelajar juga akan semakin meningkat, sebab warga yang sekolah di IV Koto, Padang ataupun Bukittinggi jika hendak pulang ke Malalak harus memutar dulu ke Sicincin. Apalagi, Sabtu (7/1) ini umumnya siswa yang kos di luar Malalak biasanya pulang kampung. (gindo)